Penulis: Ama Boro Huko
TVRINews, Flores Timur
Gunung Api Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur, kembali mengalami erupsi pada Jumat, 23 Januari 2026. Erupsi terjadi sekitar pukul 15.06 WITA dan terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 11,6 milimeter serta durasi sekitar 37 detik.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan, kolom abu hasil erupsi teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan tinggi mencapai sekitar 500 meter di atas puncak gunung, atau kurang lebih 1.923 meter di atas permukaan laut. Kolom abu terpantau membumbung ke udara dari kawah utama.
Meski kembali mengalami erupsi, status aktivitas Gunung Ile Lewotolok hingga saat ini masih berada pada Level III atau Siaga. PVMBG tetap mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
Masyarakat yang bermukim di sekitar Gunung Ile Lewotolok, termasuk pengunjung, pendaki, dan wisatawan, diimbau agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas gunung api.
Selain itu, warga juga diminta mewaspadai potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas, khususnya pada sektor selatan dan tenggara, sektor barat, serta sektor timur laut dari kawah.
PVMBG juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker atau pelindung mulut dan hidung, serta perlengkapan pelindung lainnya guna menghindari gangguan pernapasan seperti ISPA dan gangguan kesehatan lainnya akibat paparan abu vulkanik. Warga diminta menutup tempat penampungan air bersih agar tidak terkontaminasi abu.
Pihak berwenang terus melakukan pemantauan intensif terhadap aktivitas Gunung Ile Lewotolok dan meminta masyarakat tetap mengikuti arahan resmi guna menghindari risiko yang tidak diinginkan.
Editor: Redaksi TVRINews





