JAKARTA, KOMPAS.com - Jauhnya jarak parkir motor resmi di Pondok Indah Mall (PIM), Jakarta Selatan, dikeluhkan oleh sejumlah pengunjung yang datang menggunakan sepeda motor.
Mereka merasa menjadi pengunjung yang tak dianggap karena harus menempuh perjalanan kaki hingga belasan menit dari area parkir motor menuju pintu masuk PIM 1.
Kondisi ini jauh berbeda dengan fasilitas parkir mobil di PIM yang lokasinya dekat dengan area mal.
Baca juga: Tanggul Kali Angke Jebol, Banjir di Perumahan Pinang Griya Permai Kian Meninggi
Perbedaan jarak antara parkir motor dan parkir mobil tersebut menimbulkan kesan adanya perlakuan yang tidak setara terhadap pengunjung.
Pengunjung yang menggunakan sepeda motor harus menempuh jarak cukup jauh, sementara pengunjung yang membawa mobil dapat langsung turun di dekat pintu masuk mal.
Seperti tidak dianggap
Salah satu pengunjung PIM, Aldi (26), menilai akses parkir motor dan mobil di PIM begitu tidak wajar.
Menurut dia, baik pengunjung yang datang menggunakan sepeda motor maupun mobil sama-sama bertujuan untuk berbelanja, sehingga seharusnya memperoleh akses yang setara.
“Sama-sama pengunjung, sama-sama mau belanja, masa yang motor disuruh jalan sejauh itu. Kayak enggak dianggap aja,” ujar Aldi saat ditemui Kompas.com, Kamis (22/1/2026).
Ketimpangan begitu terasa jelas saat ia melihat langsung perbedaan fasilitas di lapangan.
“Apalagi pas lihat parkiran mobil yang dekat pintu. Rasanya kayak, ‘yang motor mah, terima nasib aja,’” lanjut Aldi.
Seperti pengunjung kelas dua
Pengunjung PIM lainnya, Lita (29), menilai jarak parkir motor yang jauh tidak sebanding dengan peran pengendara motor sebagai mayoritas pengunjung.
Baca juga: BRIN: Ledakan Ikan Sapu-sapu Tanda Sungai Ciliwung Kian Tercemar
“Menurut saya enggak wajar. Motor itu kan juga mayoritas pengunjung. Masa malah disuruh jalan paling jauh,” katanya saat ditemui Kompas.com, Kamis.
Ia menambahkan, lokasi parkir motor dan mobil yang begitu jomplang menciptakan kesan bahwa pengguna sepeda motor adalah pengunjung kelas dua.
“Kepikiran rasanya kayak yang motor itu kelas dua. Padahal kita juga datang buat ngeluarin duit,” ujar Lita.