FAJAR.CO.ID, SULTRA – Lukisan cadas tertua di dunia diumumkan berada di Leang Metanduno, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara.
Lukisan di dinding gua ini berusia 67.800 tahun. Fakta inipun menggeser kedudukan cadas tertua di dunia yang sebelumnya ditemukan di Leang Karampuang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan yang usianya 51.200 tahun.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengungkap bahwa riset ini adalah kolaborasi antara BRIN, Griffith University Australia, dan Balai Pelestarian Kebudayaan Kementerian Kebudayaan di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Utara.
Secara resmi penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Nature pada Rabu, 21 Januari lalu.
“Dengan publikasi ini, ini menjadi lukisan purba tertua di dunia, yaitu 67.800 tahun,” ujar Fadli Zon dikutip Jumat (23/1/2026).
Lukisan yang ada di Leang Metanduno menampilkan cap tangan yang dibuat dengan teknik semprot pigmen oker merah.
Tidak sekedar berbentuk tangan biasa, jari-jari tangan tampak dibuat runcing yang menyerupai cakar hewan.
“Bukan hanya cetakan tangan, tetapi ada kreasi, jari-jarinya diruncingkan,” sambungnya.
Dibandingkan dengan lukisan yang ada di Prancis dan Eropa, lukisan di Leang Metanduno ini lebih tua.
“Itu kauh lebih tua. Kalau di Prancis itu di Lascaux itu umurnya cuma 17.000 tahun. Di Eropa hanya 40.000 tahun,” terangnya. (Elva/Fajar).





