Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Indonesia Anti-Scam Center (IASC) mencatat sebaran wilayah di Indonesia dengan laporan scam tertinggi.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari, menyatakan bahwa sebaran laporan penipuan ini masih terpusat di pulau Jawa.
"Dapat kita lihat bahwa dari sebaran laporan scam, Pulau Jawa masih mendominasi dengan jumlah tertinggi, mencapai lebih dari 303.114 laporan. Ini jauh wilayah lain seperti Sumatra dan seterusnya," ujarnya dalam paparan saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR.
Berdasarkan data terbaru IASC, konsentrasi laporan penipuan menumpuk di Pulau Jawa dengan perincian lima provinsi tertinggi yang seluruhnya berada di wilayah tersebut.
Provinsi dengan laporan scam tertinggi:
- Jawa Barat: 88.943 laporan
- DKI Jakarta: 66.408 laporan
- Jawa Timur: 60.533 laporan
- Jawa Tengah: 48.231 laporan
- Banten: 30.539 laporan
Sementara itu, wilayah di luar Pulau Jawa juga mencatatkan angka yang signifikan. Sumatra menempati posisi kedua secara nasional dengan 68.769 laporan, disusul Kalimantan (23.541), Sulawesi (16.805), serta Bali & Nusa Tenggara (16.266).
Di wilayah timur, Maluku & Papua mencatat 4.041 laporan, sedangkan terdapat pula 101 laporan yang berasal dari luar negeri.
(dem/dem)




