jpnn.com, JAKARTA - Eks Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo menyatakan bahwa tidak ada pembahasan spesifik mengenai penambahan kuota haji dalam pertemuan antara Presiden Joko Widodo dengan Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman al-Saud pada Oktober 2023. Pernyataan ini disampaikan usai ia menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada Kamis (23/1).
“Secara garis besar memang yang dipertanyakan, ditanyakan lebih detail saat kunjungan kerja ke Arab Saudi,” kata Dito kepada wartawan di lokasi.
BACA JUGA: Dito Ariotedjo Penuhi Panggilan KPK sebagai Saksi Kasus Kuota Haji
Ia menjelaskan bahwa fokus pertemuan lebih banyak membahas dukungan Indonesia bagi Arab Saudi sebagai tuan rumah Piala Dunia. “Dan juga setelah makan siang, waktu itu saya ingat betul ada pembahasan dari Perdana Menteri ini menawarkan kepada Indonesia apa saja yang harus dibantu,” tegasnya.
Menurut Dito, topik investasi dan Ibu Kota Nusantara (IKN) juga sempat dibicarakan. “Dan juga salah satunya yang topik utama pasti ke Arab Saudi itu pasti yang ada di benak semua masyarakat kan pasti haji. Itu yang disampaikan Bapak Presiden,” sambung politikus Partai Golkar tersebut.
BACA JUGA: Eks Menpora Dito Ariotedjo Dipanggil KPK soal Kasus Korupsi Haji, Apa Kaitannya?
Namun, ia menegaskan pembicaraan mengenai haji bersifat umum dan tidak spesifik membahas penambahan kuota.
Pemeriksaan Dito oleh penyidik KPK berlangsung sejak pukul 12.49 WIB dan selesai sekitar pukul 16.03 WIB. Ia mengaku telah menjelaskan seluruh keterangannya dan berharap dapat membantu proses penyidikan.
BACA JUGA: Terungkap yang Melaporkan Sudewo kepada KPK
“Dan semoga bisa membantu KPK yang sedang sekarang ini menyelesaikan kasus ini,” ujarnya. (tan/jpnn)
Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?
BACA ARTIKEL LAINNYA... Seusai Tetapkan Sudewo Tersangka, KPK Dalami Aliran Dana ke Anggota Komisi V DPR Lain
Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga




