Saat hujan kerap mengguyur, jas hujan memang menjadi produk yang paling diminati. Namun, bagi masyarakat urban seperti di Jakarta yang tetap beraktivitas dengan sepatu, kaus kaki juga menjadi kebutuhan tambahan, terutama ketika basah akibat hujan atau banjir.
Hal tersebut diungkapkan Rizal (26), seorang pedagang di Pasar Asemka, Jakarta Utara. Ia mengatakan, kiosnya yang menjadikan kaus kaki sebagai produk utama mengalami peningkatan permintaan, terutama dari pembeli yang kaus kakinya basah karena hujan maupun kebanjiran.
"Untuk kebutuhan karena dia basah mungkin kaus kakinya, jadi dia beli," ujar Rizal saat ditemui kumparan di kiosnya, Jumat (23/1).
Rizal menjelaskan, hujan cukup berpengaruh terhadap penjualan kaus kaki. Menurutnya, kondisi cuaca yang tak menentu ini membuat orang membutuhkan kaus kaki cadangan untuk melanjutkan aktivitas.
"Mungkin yang kaus kakinya kehujanan, dia bisa beli lagi tuh. Paling dari situ aja sih kalau lagi suasana kayak gini. Fasenya (hujan)," kata Rizal.
Meski demikian, Rizal tidak hanya menjual kaus kaki. Ia juga menawarkan berbagai produk lain di kiosnya, seperti masker, perlengkapan olahraga, hingga pakaian.
Namun, meski permintaan kaus kaki meningkat, Rizal mengaku omzet penjualannya secara keseluruhan justru menurun. Hal ini disebabkan jumlah pengunjung Pasar Asemka yang berkurang akibat hujan yang terus turun.
"Yang pasti omzet menurun sih ya. Karena kan orang akses ke mana-mana terbatas. Yang tadinya mungkin bisa lewat rumahnya, jadi gak bisa lewat kan. Jadi yang tadinya mau ke pasar jadi enggak jadi," terang Rizal.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482068/original/014361500_1769157481-20260123_112433.jpg)
