Pasar Cipulir Kebanjiran, Cuan di Depan Mata pun Hanyut

kompas.id
1 jam lalu
Cover Berita

Plaza (ruangan terbuka di dalam gedung) yang biasanya selalu riuh karena digunakan oleh para pedagang untuk mengemas pakaian jualannya sebelum dikirim ke pelanggan di daerah, pagi itu terlihat lebih senyap karena dipenuhi air banjir.

Sementara itu, di bagian belakang, Anton bersama istrinya sedang berjibaku memindahkan pakaian jualannya ke tempat yang lebih tinggi agar air yang mulai naik tidak membasahi barang dagangannya. “Kemarin sudah kebanjiran, sekarang kena lagi” keluh Anton sembari menumpuk beberapa kemasan pakaiannya ke tempat yang lebih tinggi di dalam kios berukuran 2 meter x 2,5 meter.

Hujan yang turun terus menerus sejak pekan lalu di kawasan Jabodetabek menjadi penyebab munculnya banjir di sejumlah titik. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jakarta per Jumat pukul 15.00 WIB, banjir dengan ketinggian mulai dari 15 sentimeter hingga 1,2 meter telah merendam 140 RT dan 16 ruas jalan yang tersebar di lima wilayah kota administrasi, termasuk meluapnya Kali Pesanggrahan yang letaknya tepat di samping Pasar Cipulir.

Menurut Anton, sehari sebelumnya, Pasar Cipulir sempat terendam, tapi bukan dari luapan Kali Pesanggrahan, melainkan karena jeleknya drainase di Jalan Ciledug Raya, di depan pasar. Dampaknya air hujan masuk ke lantai dasar pasar akibat got dan selokan yang tidak berfungsi baik ketika hujan turun.

Kondisi pasar yang sering banjir ini dikeluhkan juga oleh sejumlah pedagang di lantai dasar. Mereka mengaku kehilangan momen untuk berjualan dengan maksimal di saat musim ramai ini. “Masa-masa sekarang ini harusnya kami panen, sebab pedagang dari daerah Timur, sudah mulai berbelanja untuk stok Lebaran,” ujar Ikar, pedagang celana jeans.

Ikar dan dua temannya sedang bermain gawai sembari memantau tingginya banjir. “Kalau sering banjir seperti ini, gak mungkin orang mau mengunjungi kios kami, mereka pasti memilih ke atas,” lanjutnya.

Hal senada juga diungkap oleh pasangan suami istri, Amril dan Tina, yang sudah berdagang di Cipulir sejak 1988. “Harusnya pengelola pasar segera membuat tanggul sementara dari karung pasir dan pompa penyedot air bisa segera difungsikan. Sehingga lantai bawah bisa cepat kering,”ujar Amril.

Mereka berharap masalah drainase yang buruk yang sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir ini dapat segera diatasi sehingga tidak menganggu aktivitas jual beli di pasar. Dengan demikian, di saat-saat seharusnya mereka meraup rezeki jelang bulan Ramadhan seperti saat ini, mereka tak khawatir rezekinya ikut hanyut bersama banjir.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Banjir Jakarta, TransJakarta Menghentikan Operasi di Tiga Area
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Puncak Musim Hujan, Warga Bantaran Sungai Yogyakarta Diminta Waspada Banjir
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Toyota 86 dari Indonesia Bakal Mejeng di Osaka Auto Messe 2026
• 7 jam lalumedcom.id
thumb
Dikirimi Bangkai Ayam Tanpa Kepala, Uchok Sky: Teror Murahan!
• 4 jam lalujpnn.com
thumb
P2G: PPPK Paruh Waktu sekadar Punya Status ASN yang Gajinya hanya Cukup Buat Jahit Baju Batik Korpri
• 8 jam lalufajar.co.id
Berhasil disimpan.