Taman Tukad Korea yang berada di bantaran Tukad Badung, Kota Denpasar, Bali, diterjang banjir dan sampah pada 10 September 2025.
Taman Tukad Korea ini diapit oleh Pasar Badung dan Pasar Kumbasari. Dari 18 korban tewas, sebanyak empat orang di antaranya merupakan pedagang di Pasar Kumbasari.
Pantauan kumparan, Pemerintah Kota Denpasar kini memasang tiga sistem peringatan dini banjir berbasis sensor inframerah di sekitar Pasar Badung dan Pasar Kumbasari.
Pemasangan dilakukan di depan pintu masuk Pasar Kumbasari, di jembatan penghubung Pasar Badung-Kumbasari, serta di jembatan sekitar Jalan Hasanuddin.
Jalan Hasanuddin merupakan lokasi bangunan toko kain yang longsor saat banjir pada 10 September 2025. Insiden tersebut mengakibatkan lima orang tewas.
Kalaksa BPBD Kota Denpasar, Ida Bagus Joni Arimbawa, menilai pemasangan sistem peringatan dini di sekitar pasar sangat penting mengingat tingginya aktivitas warga.
“Pengalaman kejadian kemarin yang banyak korban kan di daerah-daerah sungai termasuk di pasar. Di pasar aktivitas masyarakat banyak, ada pedagang, ada pembeli,” ujarnya.
Selain itu, sistem ini membantu pedagang dan warga sekitar memantau ketinggian debit air sungai. Pedagang dan warga diharapkan dapat mengevakuasi diri secara mandiri apabila sirene berbunyi.
“Para pedagang tidak tahu kondisi di luar. Dengan adanya sistem peringatan ini, mereka bisa mengetahui kondisi dan menyelamatkan diri,” katanya saat sosialisasi pemasangan sistem peringatan dini di Pasar Kumbasari, Jumat (23/1).
Bunyi Sirene Bisa Sejauh 1 KmPada level 1 atau waspada, sirene akan berbunyi apabila ketinggian air mencapai 50 sentimeter dari permukaan air. Pada level 2 atau siaga, sirene berbunyi apabila ketinggian air mencapai 116 sentimeter. Sementara pada level 3 atau awas, sirene berbunyi apabila ketinggian air mencapai 266 sentimeter.
Bunyi sirene pada level 1 dan 2 dapat diatur mulai dari satu menit. Sedangkan bunyi sirene level 3 diatur berbunyi selama 15 menit. Sirene ini dapat terdengar hingga jarak sekitar satu kilometer.
Hingga saat ini, total terdapat 14 sistem peringatan dini banjir yang terpasang di sepanjang aliran sungai di Kota Denpasar. Beberapa di antaranya berada di Jembatan Kampung Jawa, DAM belakang RS Wangaya, Jembatan Pasar Bunga, Jembatan Pasar Badung-Kumbasari (Jembatan Gajah Mada), Jembatan BCA Hasanuddin, dan Jembatan Pekambingan.
Pemkot Denpasar telah memasang sistem peringatan dini banjir ini secara bertahap sejak Oktober 2025 hingga Januari 2026, serta berencana menambah pemasangan di sejumlah titik rawan lainnya.
Selain itu, Joni berencana agar informasi peringatan dini banjir dapat diunggah dalam sebuah aplikasi sehingga masyarakat dapat memantau kondisi melalui ponsel.
“Yang perlu dipahami masyarakat adalah sistem ini bukan untuk mencegah banjir, melainkan sebagai pemberitahuan peringatan dini. Kami berharap saat sirene berbunyi masyarakat tidak panik, tetapi waspada sehingga dapat mencegah terjadinya korban,” katanya.




