Bisnis.com, JAKARTA - PT Humpuss Maritim Internasional Tbk. (HUMI) buka suara terkait alasan penunjukan I Gusti Ngurah Askhara Danadiputa atau Ari Askhara sebagai direktur utama perseroan.
Lewat keterbukaan informasi, Jumat (23/1), HUMI menjelaskan Ari Askhara telah memenuhi aspek kompetensi, pengalaman dan kejujuran serta mempertimbangkan risiko.
"Informasi yang kami terima dari pemegang saham utama yang mengusulkan I Gusti Ngurah Askhara Danadiputa sebagai direktur utama, beliau telah memenuhi aspek kompetensi, pengalaman dan kejujuran serta mempertimbangkan risiko."
HUMI kemudian memaparkan prestasi yang diraih Ari Askhara yang saat ini juga memimpin PT GTS Internasional Tbk. (GTSI). Mantan dirut Garuda Indonesia itu dinilai berhasil menambah aset GTSI berupa Kapal LNG Danaputri 1, sebagai penambahan pertama sejak 2016.
Selain aset, Ari Askhara juga mampu mendorong pangsa pasar GTSI menjadi 26,10% pada Desember 2025.
Pada saat hampir bersamaan, saham perseroan keluar dari status full call auction (FCA) pada kuartal III/2025, dengan harga saham yang menunjukkan penguatan sejak semester II/2025.
Baca Juga
- Profil Ari Askhara Dirut Baru Humpuss Maritime (HUMI), Eks Bos Garuda (GIAA)
- Banjir LNG Global, Anak Usaha Humpuss (GTSI) Tebus Kapal Rp405 Miliar
- Emiten Tommy Soeharto GTSI Raih Fasilitas Kredit dari BNI Total Rp1,19 Triliun
HUMI menjelaskan, komite nominasi dan remunerasi telah melakukan penilaian rekam jejak hukum Ari Askhara.
Mengutip POJK No. 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik, khususnya Pasal 4 disebutkan pada butir 1.c.3. disebutkan bahwa "tidak pernah dihukum karena melakukan tindak pidana yang merugikan keuangan negara dan/atau yang berkaitan dengan sektor keuangan".
"Sesuai dengan putusan tanggal 21 Juni 2021, putusan tindak pidana beliau merupakan tindak pidana kepabeanan. Ketentuan pidana dalam UU Kepabeanan pada dasarnya adalah hukum administrasi yang diberi sanksi," jelas manajemen HUMI.
-------------------
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.



