Jhonlin Turunkan 40 Personel ke Aceh Tamiang untuk Bantu Pemulihan Pascabencana

medcom.id
2 jam lalu
Cover Berita
Aceh Tamiang: Jhonlin Group melalui tim Jhonlin Rescue menurunkan sebanyak 40 personel ke Kabupaten Aceh Tamiang guna membantu proses pemulihan pasca bencana banjir yang melanda wilayah tersebut.
 
Koordinator Rescue Jhonlin sekaligus Direktur PT Dua Samudera Perkasa, Efgar Welmar Santos, mengatakan pengiriman personel ini merupakan tahap lanjutan dari upaya tanggap darurat yang sebelumnya telah dilakukan.
  Baca juga: 85 Persen Sekolah di Aceh, Sumbar dan Sumut Siap Belajar Mulai 5 Januari 2026
“Sebelumnya kami sudah lebih dulu mengirim 31 unit peralatan ke lokasi. Pada tahap ini, kami menurunkan tambahan sumber daya manusia yang tergabung dalam Jhonlin Rescue untuk mempercepat proses pemulihan di lapangan,” ujar Efgar.
 
Ia menjelaskan, personel yang diterjunkan memiliki latar belakang dan keahlian yang beragam. Tim tersebut terdiri dari tenaga medis, dokter, operator alat, pengemudi, serta personel berpengalaman dalam penanganan kebencanaan.

Seluruh personel Jhonlin Rescue akan difokuskan untuk membantu proses normalisasi dan pemulihan di wilayah terdampak, baik melalui jalur darat maupun laut. Di lapangan, tim dibagi menjadi dua kelompok kerja, yakni tim darat dan tim laut, dengan delapan personel yang ditugaskan khusus untuk operasi laut.
 
Dalam arahannya kepada tim, Efgar menegaskan seluruh personel yang diterjunkan berstatus sebagai relawan kemanusiaan. Ia mengingatkan pentingnya menjaga sikap dan profesionalisme selama bertugas di lokasi bencana.
 
“Yang paling utama, berangkat dalam keadaan sehat, bekerja dengan semangat, dan pulang dalam keadaan selamat. Kita hadir di sana untuk membantu masyarakat, jadi jaga perilaku dan fokus pada misi kemanusiaan,” tegasnya.
 
Melalui pengerahan personel dan peralatan ini, Jhonlin berharap dapat berkontribusi dalam mempercepat pemulihan kondisi masyarakat Aceh Tamiang serta meringankan beban warga yang terdampak bencana.
 
Direktur Plant Jhonlin Baratama sekaligus Koordinator Plant, Aries Yudi Kristanto, mengingatkan seluruh personel yang terlibat dalam misi kemanusiaan agar bijak menggunakan media sosial serta menjaga disiplin selama bertugas di lapangan.
 
Aries menegaskan, aktivitas relawan di lokasi penugasan saat ini sangat mudah menjadi sorotan publik. Karena itu, ia meminta agar personel tidak sembarangan mengunggah konten di media sosial.
 
“Saat ini apa pun yang kita lakukan mudah disorot banyak pihak. Jangan sedikit-sedikit membuat unggahan atau story tanpa pertimbangan,” ujar Aries dalam arahannya.
 
Ia menyinggung pengalaman sebelumnya, di mana sejumlah isu berkembang liar di media sosial akibat narasi yang tidak sesuai fakta. Menurutnya, unggahan yang tidak terkontrol berpotensi menimbulkan persepsi negatif, meski niat awalnya baik.
 
“Kita sedang membawa nama perusahaan dan grup. Jangan sampai muncul narasi atau asumsi yang tidak pernah kita susun bersama,” tegasnya.
 
Aries menambahkan, ketentuan mengenai konten yang boleh dan tidak boleh dipublikasikan akan disampaikan lebih rinci oleh tim terkait. Ia kembali menekankan bahwa penugasan ini murni bersifat kemanusiaan.
 
“Ini misi kemanusiaan. Jadi tidak perlu setiap saat membuat story atau unggahan yang tidak perlu,” katanya.
 
Selain soal media sosial, Aries juga mengingatkan pentingnya menghormati budaya dan aturan setempat selama bertugas di Aceh. Ia meminta seluruh personel menyesuaikan sikap dan perilaku dengan lingkungan sekitar.
 
“Di mana pun kita bertugas, kita wajib mengikuti budaya dan aturan yang berlaku. Prinsipnya sederhana, kita harus tahu diri dan tahu tempat,” ujarnya.
 
Dalam pelaksanaan tugas, personel Jhonlin disebut akan bekerja berdampingan dengan TNI yang memiliki disiplin tinggi. 
 
Akses ke wilayah penugasan juga melalui Kementerian Pertahanan, sehingga setiap tindakan relawan dinilai membawa nama institusi.
 
“Jangan sampai perilaku kita justru mencoreng nama perusahaan maupun institusi yang memfasilitasi kehadiran kita,” kata Aries.
 
Terkait durasi penugasan, Aries menyebut belum ada kepastian waktu. Ia meminta seluruh personel siap menjalankan tugas dalam jangka waktu yang tidak ditentukan.
 
“Kita tidak tahu sampai kapan bertugas di sana. Yang jelas, selama disana harus siaga penuh. Tidak ada cerita baru satu bulan sudah minta pulang,” ujarnya.
 
Meski demikian, Aries menegaskan aspek kemanusiaan tetap menjadi perhatian. Jika penugasan berlangsung lama, perusahaan akan mengupayakan sistem rotasi personel.
 
“Ini bukan janji, tapi akan kami upayakan. Karena itu sejak awal kami sudah melakukan penyaringan. Ini bukan penugasan untuk sekadar melihat-lihat, tapi misi kemanusiaan yang membutuhkan kesiapan fisik, mental, dan disiplin,” pungkasnya. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Banjir Rendam Karang Tengah Tangerang, Kendaraan Mogok Usai Terobos Banjir
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
7 Keutamaan Membaca Surat Al-Kahfi di Hari Jumat: Dalil dan Manfaatnya
• 12 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Produsen Baterai AS Alihkan Rantai Pasok dari Tiongkok ke Korea Selatan, Pakar Beri Penjelasan
• 23 jam laluerabaru.net
thumb
Foto: Ketua RT di Cilincing Tetap Layani Warga Urus KJP di Tengah Banjir
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Dito Ariotedjo Diperiksa KPK terkait Kasus Kuota Haji, Mengaku Siap jika Dipanggil Lagi
• 3 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.