Setelah berkarier selama hampir tiga dekade, astronot perempuan Suni Williams akhirnya pensiun. Kabar ini disampaikan oleh NASA (Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat) pada Selasa (20/1) lalu.
Sunita “Suni” Williams sudah bekerja untuk NASA selama 27 tahun. Menurut situs resmi NASA, Suni sudah resmi pensiun sejak 27 Desember 2025 lalu, tetapi kabar pensiun ini baru diumumkan akhir Januari tahun ini.
Nama astronot keturunan India–Amerika ini sempat ramai diperbincangkan tahun lalu, ketika dia akhirnya kembali ke Bumi pada Maret 2025. Ya, Suni bersama rekan astronotnya sempat “terjebak” di Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station, ISS) selama sembilan bulan.
Awalnya, Suni dan astronot Butch Wilmore melakukan uji misi pesawat antariksa Starliner milik Boeing pada Juni 2024 ke ISS. Misi itu seharusnya hanya berlangsung 10 hari.
Namun, nasib kurang beruntung menimpa Suni dan Butch. Mesin Starliner mengalami gangguan. Mereka pun tidak bisa kembali ke Bumi dan terpaksa tinggal di Stasiun Luar Angkasa Internasional selama 286 hari. Pada Maret 2025, mereka berhasil mendarat dengan selamat di Bumi menumpangi kapsul Dragon milik SpaceX.
Sebelum insiden “terjebak” di angkasa, perempuan berusia 60 tahun ini sudah mencetak berbagai prestasi gemilang. Dia memegang rekor sebagai astronot perempuan dengan jumlah spacewalk (berjalan di angkasa) terbanyak dan durasi terpanjang, yaitu sembilan kali selama total waktu 62 jam 6 menit.
Tak hanya itu, Suni juga menjadi orang pertama dalam sejarah yang ikut lari maraton dari luar angkasa. Dia mengikuti Boston Marathon pada April 2007 lalu dengan cara berlari di treadmill Stasiun Luar Angkasa Internasional. Dia menyelesaikan maraton dengan total waktu 3,5 jam.
Berkarier di NASA sejak 2018, Suni sudah tiga kali menjalani misi di angkasa. Dia pertama kali terbang ke ISS pada Desember 2006. Kala itu, dia bertugas sebagai teknisi penerbangan untuk Ekspedisi 14/15. Selama masa tugasnya itu, Suni melakukan empat spacewalk alias berjalan di angkasa mengenakan seragam khusus.
Misi angkasa kedua Suni dilakukan pada 2012. Dia meluncur dari Kazakhstan ke ISS sebagai anggota dan komandan Ekspedisi 32/33. Misi ini berlangsung selama 127 hari. Selama empat bulan, Suni melakukan tiga spacewalk untuk membetulkan radiator stasiun yang rusak.
Kemudian, misi ketiga dan terakhirnya adalah misi uji penerbangan menggunakan Boeing Starliner pada 2024 lalu. Selama sembilan bulan di ISS, Suni melakukan dua spacewalk dan menjadi komandan untuk Ekspedisi 72.
Selamat menikmati masa pensiun, Suni Williams!




