Bisnis.com, JAKARTA — PT Wijaya Karya Beton Tbk. (WTON) atau WIKA Beton bermitra dengan Larsen & Toubro Limited untuk mengerjakan sistem perkeretaapian dan jalur lintasan MRT Jakarta Fase 2A Paket CP205.
Proyek ini dilaksanakan guna mendukung Sojitz Corporation Ltd selaku kontraktor utama pada paket pekerjaan senilai Rp409 miliar tersebut.
Dalam pengerjaan Paket CP205, entitas anak PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) ini menangani lingkup pekerjaan penyediaan bantalan jalan rel, produksi beton siap pakai atau ready-mix, serta instalasi jalur lintasan kereta.
Selain infrastruktur jalur, perseroan juga terlibat dalam instalasi gardu induk, sistem distribusi tenaga listrik, instalasi Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA), hingga kabel tegangan tinggi bawah tanah 150 kV.
Sekretaris Perusahaan WIKA Beton Yushadi menyampaikan bahwa keterlibatan perseroan dalam proyek tersebut mencakup aspek teknis infrastruktur dan sistem kelistrikan perkeretaapian.
“Kolaborasi dengan Larsen & Toubro Limited membuktikan kapabilitas WIKA Beton dalam menangani proyek infrastruktur kompleks dengan standar internasional,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (23/1/2026).
Hingga Desember 2025, progres kumulatif pembangunan MRT Jakarta Fase 2A telah mencapai 55,89%, melampaui target awal sebesar 53,29%. Secara spesifik, progres pada Paket CP205 tercatat telah menyentuh level 31,48%.
Proyek Fase 2A ini menghubungkan Stasiun Bundaran HI hingga Stasiun Kota dengan panjang mencapai 5,8 kilometer. Pembangunan mencakup tujuh stasiun bawah tanah, yakni Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota, yang ditargetkan rampung sepenuhnya pada 2029.
Manajemen WTON menyatakan bahwa partisipasi dalam pengembangan transportasi publik berbasis rel ini sejalan dengan komitmen perusahaan terhadap aspek environmental, social, and governance(ESG).
Proyek tersebut juga diharapkan dapat menjadi penciptaan nilai berkelanjutan bagi perseroan melalui dukungan terhadap infrastruktur rendah emisi.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.




