Anak Perempuan di Semarang Jalan Kaki 9 Km demi Temui Neneknya: Bawa Rp 4 Ribu

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Seorang bocah perempuan berusia 11 tahun asal Pakintelan, Kota Semarang, nekat berjalan kaki malam-malam demi menemui sang nenek di daerah Munding, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang.

Berdasarkan data, jarak antara Pakintelan dan Bergas mencapai 17 kilometer. Jarak ini bisa ditempuh selama 32 menit menggunakan kendaraan atau berjalan kaki sekitar 3,5 jam.

Perjalanan bocah itu dilakukan pada Rabu, 21 Januari 2025, saat malam hari. Namun, aksinya dihentikan oleh Toro, warga Dusun Blanten, Desa Nyatnyono, Kecamatan Ungaran, Kabupaten Semarang. Bocah itu sudah berjalan sekitar 9 km.

Toro bingung melihat ada anak kecil berjalan sendirian pada pukul 21.00 WIB. Ia lalu meminta bocah itu berhenti.

"Saya ketemu anak ini sekitar pukul 21.00 WIB saat mau beli lampu di toko elektronik. Dia bertanya arah ke Munding Bandungan mana. Mungkin dia tahunya Munding itu Bandungan. Lalu saya tanya rumahnya mana, dia menjawab Pakintelan, Gunungpati," ujar Toro.

Ia lalu membawa bocah itu ke Polsek Ungaran untuk diamankan. Berbekal alamat dan identitas orang tuanya, polisi kemudian mendatangi kediaman bocah tersebut.

"Benar, kami mengamankan anak perempuan berinisial M (11), warga Gunungpati, Kota Semarang. Kami lakukan koordinasi dengan Polsek Gunungpati. Alhamdulillah, keluarga bisa kami hubungi," kata Kanit Intelkam Polsek Ungaran, AKP Mulyanto dalam keterangannya, Jumat (23/1).

Kepada polisi, bocah itu mengaku pergi selepas mengaji sekitar pukul 18.30 WIB. Ia hanya membawa mukena, sajadah, serta uang Rp 4.000 yang dibawanya dari rumah.

"Niatnya ke rumah neneknya di daerah Munding, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang," ucap Mulyanto.

Rani (33), ibu bocah tersebut, langsung mendatangi Polsek Ungaran untuk menjemput sang buah hati. Ia amat bersyukur anaknya ditemukan dalam kondisi selamat. Ia sempat khawatir lantaran anaknya pamit mengaji di musala dekat rumah sekitar pukul 17.00 WIB, namun hingga pukul 19.30 WIB tak kunjung pulang.

"Saya tunggu sampai 19.30 WIB karena biasanya pulang jam 18.30 WIB setelah ngaji dilanjut Magrib berjemaah. Saya cari ke rumah orang tua saya di sini, ke keluarga maupun rumah temannya juga tidak ada. Hingga sekitar pukul 22.00 WIB, ada Pak Bhabinkamtibmas desa sini ke rumah dan memberitahukan bahwa anak saya diamankan di Polsek Ungaran," ungkap Rani sambil mengusap air matanya.

Ia pun mengucapkan terima kasih kepada warga yang menemukan sang anak dan membawanya ke Polsek Ungaran.

"Saya terima kasih kepada warga yang menemukan anak saya, kepada Bapak polisi dan pihak-pihak yang membantu saya," ucap Rani.

Berkaca dari peristiwa ini, Polres Semarang mengimbau para orang tua untuk memantau kegiatan putra-putrinya, memberikan edukasi dan pemahaman agar berhati-hati saat bermain, serta selalu menyampaikan izin apabila hendak pergi ke luar rumah.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Guru Besar: Fenomena Sinkhole di Sumbar, Cerminan Gagalnya Pengelolaan Tanah dan Air
• 12 jam laluliputan6.com
thumb
Modus Tanya Alamat Hingga Ngaku Petugas Pertamina, Pelaku Pencurian Tabung LPG Viral di Bantul Ditangkap
• 23 menit lalutvonenews.com
thumb
12 Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 24 Januari 2026: Angka Hoki Aries hingga Virgo, Siapa Paling Beruntung?
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Pakai Visa Kunjungan untuk Bekerja, Bos Perusahaan Asal Singapura Diperiksa Kanwil Dirjen Imigrasi
• 6 jam laluidxchannel.com
thumb
Zodiak Sering Bertingkah Aneh: Taurus Eksentrik, Sagitarius Konyol
• 5 jam lalugenpi.co
Berhasil disimpan.