Jakarta, VIVA – Bulan Sya’ban menempati posisi istimewa dalam kalender hijriah karena berada tepat di antara dua bulan mulia, Rajab dan Ramadhan. Bulan ini juga sering dipahami sebagai masa transisi spiritual, yakni waktu untuk menyiapkan diri secara lahir dan batin sebelum memasuki Ramadhan yang sarat dengan kewajiban dan keutamaan ibadah.
Namun, Sya’ban kerap terlewat begitu saja oleh sebagian umat Islam. Sebab, fokus ibadah biasanya masih tertuju pada bulan Ramadhan, yang tinggal menghitung hari.
Padahal, Rasulullah SAW justru memberikan perhatian khusus terhadap bulan Sya’ban melalui amalan-amalan yang dilakukan secara konsisten. Bulan Sya’ban juga dikenal sebagai waktu diangkatnya amal perbuatan manusia, karena itu, banyak ulama menganjurkan umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah pada bulan ini.
Tujuannya bukan sekadar memperbanyak amalan, tetapi juga melatih keistiqamahan agar saat Ramadhan tiba, seseorang sudah terbiasa dengan ritme ibadah yang lebih intens. Berangkat dari keutamaan tersebut, terdapat sejumlah amalan yang dianjurkan untuk dilakukan selama bulan Sya’ban.
Amalan-amalan ini bersumber dari kebiasaan Rasulullah SAW dan praktik para ulama terdahulu, yang menjadikan Sya’ban sebagai bulan persiapan spiritual sebelum Ramadhan. Berikut tiga amalan yang bisa dilakukan di bulan Sya'ban, sebagaimana dirangkum dari NU Online, Jumat, 23 Januari 2026.
1. Memperbanyak Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW
Salah satu amalan utama di bulan Sya’ban adalah memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Bulan ini sering dikaitkan dengan shalawat karena memiliki nilai historis dan spiritual yang kuat dalam tradisi Islam. Shalawat dipandang sebagai bentuk cinta dan penghormatan kepada Rasulullah SAW, sekaligus sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Memperbanyak shalawat juga diyakini membawa banyak keutamaan, seperti ketenangan hati, keberkahan hidup, dan menjadi sebab turunnya rahmat. Oleh karena itu, banyak ulama menganjurkan agar umat Islam menjadikan shalawat sebagai wirid harian selama bulan Sya’ban.
2. Memperbanyak Puasa Sunnah
Puasa sunnah merupakan amalan yang sangat dianjurkan di bulan Sya’ban. Rasulullah SAW dikenal lebih sering berpuasa pada bulan ini dibandingkan bulan-bulan lainnya, kecuali Ramadhan. Puasa di bulan Sya’ban dipahami sebagai latihan fisik dan spiritual agar tubuh dan jiwa terbiasa sebelum menjalankan puasa wajib di bulan Ramadhan.




