TABLOIDBINTANG.COM - Alana Hadid melontarkan kritik tajam pada istri Brooklyn Beckham, Nicola Peltz Beckham, dengan menuding aktris tersebut telah mengejar ketenaran selama lebih dari satu dekade.
Alana Hadid (40) merupakan kakak dari model papan atas Gigi Hadid dan Bella Hadid, serta Marielle Hadid dan si bungsu Anwar Hadid. Anwar sendiri pernah menjalin hubungan dengan Nicola Peltz selama dua tahun, berakhir pada 2018.
Nicola kemudian menikah dengan Brooklyn Peltz Beckham, yang pekan ini menjadi sorotan setelah mengunggah pernyataan panjang dan kontroversial yang menyerang keluarganya sendiri, termasuk orang tuanya, Victoria Beckham dan Sir David Beckham.
Pernyataan Brooklyn tersebut memicu beragam reaksi di media sosial. Fotografer Eli Rezkallah mengomentari unggahan itu dengan nada sinis. “Menutup curahan delapan paragraf soal aib keluarga dengan kalimat ‘yang kami inginkan hanya privasi’ sudah cukup memberi gambaran,” tulisnya.
Komentar tersebut langsung ditanggapi Alana Hadid. “Benar, dan perempuan itu tidak menginginkan privasi. Dia sudah berusaha terkenal selama satu dekade,” tulis Alana, merujuk pada Nicola.
Dalam pernyataannya di Instagram, Brooklyn menegaskan bahwa ia tidak ingin berdamai dengan keluarganya. Ia mengklaim telah lama memilih diam dan berusaha menjaga persoalan keluarga tetap privat, namun merasa terpaksa berbicara karena orang tuanya dan tim mereka terus melibatkan media.
“Aku tidak ingin berdamai dengan keluargaku. Aku tidak sedang dikendalikan, aku hanya membela diriku sendiri untuk pertama kalinya dalam hidupku,” tulis Brooklyn.
Meski mendapat dukungan dari sebagian publik, pernyataan Brooklyn juga menuai kritik keras. Salah satunya datang dari komedian Katherine Ryan.
Dalam siniar Telling Everybody Everything, Katherine menyatakan dirinya berpihak pada David dan Victoria Beckham. “Sebagai orang tua, dan sebagai seseorang yang pernah menjadi anak muda yang buruk, menurut saya Brooklyn Beckham perlu sedikit lebih dewasa,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Brooklyn adalah anak pertama dari keluarga yang sudah menjadi “dinasti”, dengan segala privilese yang menyertainya. Menurut Katherine, banyak anak selebritas atau nepo babies yang kesulitan menerima kenyataan bahwa mereka mungkin tidak akan mampu menyamai, apalagi melampaui, kesuksesan orang tua mereka.
“Saya tidak melihat adanya rasa syukur dalam unggahan-unggahan itu,” tutup Katherine.



