Penulis: Kunta Bayu Waskita
TVRINews-La Paz, Bolivia
Marcelo Moreno Martins adalah striker legendaris Bolivia, pencetak gol terbanyak sepanjang masa Timnas Bolivia.
Menjelang intercontinental play-off Piala Dunia 2026, Timnas Bolivia tengah menyiapkan skuad terbaiknya.
Mereka dijadwalkan menghadapi Suriname pada 26 Maret 2026 di Monterrey, Meksiko, dalam play-off pertama.
Pemenang laga ini akan melaju ke final play-off pada 31 Maret 2026 untuk memperebutkan satu tiket terakhir menuju putaran final di Amerika Utara.
Pelatih Bolivia, Oscar Villegas, menegaskan bahwa timnya akan fokus pada pemain yang aktif dan dalam kondisi prima.
Menanggapi rumor kembalinya striker legendaris Marcelo Moreno Martins, Villegas memberi komentar tegas.
“Menurut saya, kembalinya Marcelo Martins itu tidak serius. Dia sudah lebih dari satu tahun tidak bermain," ujar Villegas dikutip dari Vision360.bo.
"Bagi saya itu tidak masuk akal kecuali dia bermain di suatu liga dan menunjukkan performa serta mencetak gol,” sang pelatih menambahkan.
Villegas kemudian menuturkan, Marcelo Martins sudah lebih dari satu tahun tidak bermain, kecuali dia kembali aktif dan mencetak gol.
Marcelo Moreno Martins adalah striker legendaris Bolivia, pencetak gol terbanyak sepanjang masa timnas mereka, dan pernah bermain di klub-klub di Brasil, Spanyol, hingga Meksiko.
Meskipun usianya kini menginjak 38 tahun, dia tetap menjadi simbol pengalaman dan kapasitas mencetak gol di Timnas Bolivia.
Komentar Villegas menunjukkan bahwa ia lebih mengutamakan pemain yang siap dan bugar, bukan sekadar nama besar.
Pendekatan ini penting karena play-off akan dimainkan dalam sistem single match, di mana kesiapan fisik dan taktik menjadi faktor penentu hasil pertandingan.
Bolivia berhasil memastikan tempat di play-off setelah kemenangan dramatis 1-0 atas Brasil, melalui gol penalti dari Miguel Terceros di La Paz.
Hasil ini menandai langkah penting Bolivia untuk kembali ke panggung Piala Dunia, terakhir kali mereka tampil pada 1994.
Selain itu, Villegas menekankan pentingnya adaptasi tim terhadap kondisi lapangan dan ketinggian di Monterrey.
Tim akan menjalani sesi latihan intensif, pemantauan kondisi pemain kunci, dan simulasi strategi untuk menghadapi Suriname.
Meskipun persiapan masih berlangsung, Bolivia menunjukkan keseriusan dan disiplin tinggi di bawah arahan Villegas.
Fokus pada pemain aktif dan kondisi fisik optimal diharapkan menjadi kunci agar mereka mampu tampil kompetitif di laga penentu ini.
Duel dengan Suriname diprediksi menjadi pertarungan sengit, sekaligus kesempatan bagi Bolivia untuk menorehkan sejarah baru di Piala Dunia 2026.
“Pertama Suriname dan, kalau Tuhan mengizinkan, setelah itu Irak," kata Villegas seraya berharap.
"Meskipun kami memproyeksikan beberapa kemungkinan, yang membuat kami fokus adalah Suriname dan setelah melewati babak itu kami akan bermain lawan Irak,” ia menambahkan.
Editor: Kunta Bayu Waskita





