Prabowo Sebut Program CKG Hemat Anggaran, Kemenkes Malah Prediksi 2026 Bakal Jebol!

disway.id
21 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID-- Presiden Prabowo Subianto menyebutkan bahwa salah program yang digagasnya yakni Cek Kesehatan Gratis (CKG) dapat menghemat anggaran negara dalam hal mendeteksi penyakit.

Hal itu diungkapkan saat Presiden Prabowo berpidato dalam acara World Economic Forum (WEF) 2026 yang diselenggarakan di Davos, Swiss.

BACA JUGA:Gubernur Koster Laporkan Raperda Penyertaan Modal BPD Bali ke Mendagri

BACA JUGA:Lirik Lagu Crazy - EXO dan Terjemahannya, Perasaan Gila saat Terjebak Cinta

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengakui bahwa alih-alih terjadi penghematan instan, beban anggaran kesehatan justru diprediksi melonjak pada tahun 2026.

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan, Endang Sumiwi menjelaskan bahwa fenomena kenaikan anggaran ini merupakan konsekuensi logis dari masifnya program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Menurutnya, ketika negara mulai aktif menjemput bola dengan mendeteksi penyakit warga sejak dini, jumlah kasus yang ditemukan pun otomatis meledak.

BACA JUGA:Pengertian Dewan Perdamaian Gaza Ala Donald Trump, Syarat Masuknya Setor Rp17 Triliun

BACA JUGA:Update Cuaca Jakarta Malam ini 23 Januari 2026, BMKG Prediksi Hujan Deras Jakarta Siaga Banjir!

​“Tentu saja tahun pertama justru karena kita menemukan lebih banyak penyakit di awal, akan terjadi peningkatan (anggaran). Tetapi peningkatan yang tidak terlalu banyak karena ditangani di layanan primer yang biayanya lebih rendah,” ungkap Endang konferensi pers via Zoom, Jumat 23 Januari 2026.

Data Kemenkes mencatat, setidaknya ada potensi penambahan hingga 10 juta orang (termasuk lansia) yang kini terdeteksi memiliki masalah tekanan darah tinggi.

​Endang menegaskan, pola penghematan belum terlihat secara signifikan dalam satu tahun berjalan.

BACA JUGA:Tanggul Kali Angke Jebol! Ratusan Rumah di Pinang Griya Terendam Banjir

BACA JUGA:Kantor Dana Syariah Indonesia di SCBD Digeledah Bareskrim, Selidiki Kasus Penipuan dan Pencucian Uang

Hal ini dikarenakan angka pasien yang membutuhkan tindakan operasi besar seperti pasang ring jantung atau hemodialisa belum menunjukkan tren penurunan drastis.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Dandim 1714/PJ Dampingi Gubernur Papua Tengah Serahkan Laptop Gratis ke Pelajar
• 4 jam lalutvrinews.com
thumb
PBSI Bahas Kerja Sama dengan Jepang
• 6 jam lalumedcom.id
thumb
Wali Kota Bogor soal Pemusnahan Angkot Tua: Sudah Final Sesuai Perda
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Inter Milan vs Pisa, Sempat Tertinggal 2-0, Nerazzurri Lumat I Torri 
• 14 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Tak Gantikan PBB, Menlu Sebut Board of Peace Jadi Jalan RI Perjuangkan Kemerdekaan Palestina
• 22 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.