Menkes Ingatkan Masyarakat Aktifkan BPJS Kesehatan untuk Dukung Program Penanganan Medis Gratis

tvrinews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Ricardo Julio

TVRINews, Jakarta

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat agar rutin membayar iuran BPJS Kesehatan guna memastikan status kepesertaan tetap aktif. Hal ini dinilai krusial karena kepesertaan yang aktif akan sangat membantu masyarakat dalam mengakses layanan pencegahan dan penanganan kesehatan gratis yang mulai dijalankan pemerintah tahun ini.

Budi menegaskan bahwa iuran BPJS per bulan tergolong sangat terjangkau jika dibandingkan dengan manfaat layanan kesehatan yang diperoleh. Bahkan, ia menyebut biaya tersebut masih lebih murah daripada pengeluaran rutin untuk rokok.

“Saran saya, ayo cepat segera mengaktifkan BPJS masyarakat. Karena bayarnya hanya berapa puluh ribu rupiah sebulan. Harusnya lebih sedikit daripada uang rokok,” tutur Budi, Jumat, 23 Januari 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan seiring dengan perluasan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang kini tidak hanya mencakup skrining kesehatan, tetapi juga layanan penanganan medis gratis sebagai tindak lanjut pemeriksaan.

Dalam skema program tersebut, layanan penanganan medis diberikan secara cuma-cuma selama 15 hari pertama. Setelah periode tersebut, masyarakat tetap dapat memperoleh layanan gratis hanya apabila memiliki kepesertaan BPJS Kesehatan yang aktif. Sebaliknya, bagi mereka yang tidak memiliki kepesertaan BPJS, maka biaya pengobatan setelah melewati masa 15 hari pertama harus ditanggung sendiri.

“Jadi harusnya masyarakat segera mengaktifkan BPJS-nya. Karena kalau dia adalah anggota BPJS yang aktif, maka penanganan akan gratis,” tambahnya.

Budi mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan CKG sebagai upaya mendeteksi dini risiko kesehatan sebelum berkembang menjadi penyakit serius. Pada tahun 2026, Kementerian Kesehatan menargetkan partisipasi sebanyak 136 juta orang, sebuah angka yang meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan capaian tahun lalu yang menyentuh 70 juta orang.

“Di tahun 2026 ini, kita tidak ingin cek kesehatan menjadi tujuan utama kita. Tujuan utama kita adalah seluruh masyarakat Indonesia sehat,” pungkas Budi.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bukan Singapura, Bandara Terindah di Dunia 2026 Ada di AS
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Kasus Korupsi Kuota Haji, KPK Jadwalkan Pemeriksaan Mantan Menpora Dito Ariotedjo
• 11 jam lalumatamata.com
thumb
Atasi Krisis Air di Padang, Gubernur Sumbat Targetkan Penanganan Tuntas Sebelum Ramadan
• 11 jam lalutvrinews.com
thumb
Amuk Pemotor Merokok Tusuk Pria Berujung Ancaman Penjara
• 1 jam laludetik.com
thumb
Kunjungi Aceh Utara, Tito Makan Bareng Pengungsi di Dusun Seulemak
• 4 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.