Jakarta, VIVA – Platform aset kripto Pintu menutup 2025 dengan kinerja solid di berbagai indikator utama.
Berdasarkan data internal tahunan (year-on-year/YoY) 2025 dibandingkan 2024, Pintu mencatat pertumbuhan signifikan dengan jumlah active users meningkat 38 persen, app traffic naik 24 persen, total trading volume tumbuh 12 persen, serta monthly trading users melonjak 26 persen.
Head of Product Marketing Pintu Iskandar Mohammad menilai, kinerja positif di tahun lalu tidak lepas dari aplikasi Pintu yang memiliki fitur lengkap untuk investor pemula hingga pro serta dilengkapi dengan fitur inovatif seperti Auto DCA, Pintu Earn, PTU Staking, stop order, limit order, serta terdapat pilihan lebih dari 330 aset kripto.
"Lima aset kripto yang paling sering diperdagangkan sepanjang tahun lalu oleh pengguna Pintu di antaranya, Bitcoin (BTC), Tether (USDT), Ethereum (ETH), Solana (SOL), dan XRP (XRP). Secara risk appetite, pilihan lima aset kripto ini mencerminkan investor Indonesia cenderung konservatif atau memilih aset kripto dengan kapitalisasi pasar yang besar," ungkap dia, Jumat, 23 Januari 2026.
Berdasarkan laporan dari Coingecko 2025 Annual Crypto Industry, total kapitalisasi pasar aset kripto global mencapai US$3 triliun dengan volume perdagangan harian rata-rata meningkat pada kuartal keempat tahun lalu, mencapai rekor tertinggi tahunan sebesar US$161,8 miliar (+4,4 persen).
Sementara itu, dari sisi total volume perdagangan aset kripto sepanjang 2025 di Indonesia berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tercatat menyentuh Rp482,23 triliun dengan adopsi aset kripto atau jumlah investornya di Indonesia mencapai 19,56 juta orang.
Meski jumlah investor besar, mengutip data dari Henley Crypto Adoption Index 2025, adopsi aset kripto Indonesia di Asia Tenggara ternyata masih di bawah Singapura yang berada di peringkat pertama, disusul oleh Thailand dan Malaysia.
“Indonesia punya potensi adopsi yang sangat masif dengan peningkatan yang lebih luas dari sisi penetrasi aset kripto karena memiliki basis populasi yang jauh lebih besar," jelas Iskandar.



