Operasi pencarian terhadap korban pesawat ATR 42-500, yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, resmi dihentikan, Jumat (23/1).
Penghentian operasi ini karena tim SAR telah menemukan bangkai pesawat ATR dan 10 orang korban. Seluruh korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Kepala Basarnas RI, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, mengatakan dari hasil rapat evaluasi setelah dilakukan pencarian hari ke tujuh, disepakati operasi SAR pesawat ATR 42-500 dinyatakan selesai.
"Pada malam hari ini, saya selaku Kepala Badan SAR Nasional sekaligus SAR Coordinator, menyatakan bahwa operasi pencarian dan evakuasi terhadap kecelakaan pesawat ATR 42-500, secara resmi saya nyatakan selesai," kata Syafii saat jumpa pers di Makassar, Jumat (23/1) malam.
Ia menjelaskan, meski operasi resmi ditutup, tidak serta-merta tugas dari Basarnas juga berakhir. Kata dia, operasi lanjutan dilakukan apabila mendapat laporan atau informasi dari warga apabila menemukan body part.
Operasi lanjutan tersebut, dinamai operasi kesiapsiagaan rutin.
"Operasi kesiapsiagaan ditujukan andai saja ada laporan dari masyarakat menemukan ada body pack. Baik yang tersisa ataukah sekecil apa pun body pack itu maka kewajiban Basarnas melaksanakan operasi," bebernya.
"Artinya pengambilan badan itu dan kita akan serahkan DVI Polri," sambungnya.
Saat ditanya terkait jangka waktu melakukan operasi siaga, Syafii memastikan tak ada batas waktu. Hal itu karena penemuan body part bisa terjadi dalam waktu yang tidak bisa ditebak.
"Tidak ada jenjang waktu, pokoknya Basarnas akan siap siaga tanpa ruang dan waktu," tegasnya.
10 Korban DitemukanSyafii menegaskan, telah menemukan 10 orang korban pesawat ATR 42-500, yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulsel. Meski, tim SAR gabungan menemukan sebanyak 11 body pack dan telah diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri.
"Pada hari ini, Pak Karo Ops (Polda Sulsel) menyampaikan bahwa seluruh body pack yang diserahkan teridentifikasi sebagai bagian tubuh yang berbeda-beda," jelas dia.
Berdasarkan keterangan DVI Polri, dari 11 body pack tersebut dipastikan terdapat 10 jenazah. Namun, proses identifikasi korban masih terus berjalan.
"Mudah-mudahan tidak membutuhkan waktu lama. Korban-korban yang kita temukan seluruhnya dalam kondisi utuh, meskipun pesawat berada dalam kondisi pecahan,” pungkasnya.

/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F01%2F24%2F142ee91e8456cb018d59b9c482662882-WhatsApp_Image_2026_01_24_at_16.13.29.jpeg)

