Bekasi, VIVA – Industri perfilman Indonesia kembali menghadirkan karya berlatar sejarah dengan pendekatan berbeda. Film “Pasukan 1000 Janda” resmi memulai tahap produksi dan test camera pada 20 Januari 2026, ditandai dengan acara syukuran serta potong tumpeng yang digelar di area Gudang Bulog Tambun, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Acara tersebut dihadiri oleh sutradara, produser, serta seluruh jajaran pemain dan kru film.
Diproduksi oleh Manara Studios, film Pasukan 1000 Janda merupakan adaptasi bebas yang terinspirasi dari kisah nyata perjuangan perempuan Aceh pada masa peperangan melawan penjajah, sekitar tahun 1550 hingga 1606. Cerita berfokus pada sekelompok perempuan tangguh yang merupakan para janda prajurit perang. Meski kehilangan orang-orang tercinta, mereka memilih bangkit dan membentuk pasukan perlawanan di bawah kepemimpinan tokoh legendaris Aceh, Laksamana Malahayati. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
Film ini mengusung genre action-sejarah, dengan pendekatan hiburan yang dinamis. Sutradara sekaligus penulis skenario, Archy Hekagery, menilai bahwa film sejarah kerap dianggap terlalu kaku bagi penonton masa kini.
“Film sejarah dan biografi yang terlalu kaku sering kali tidak menarik minat penonton luas, meskipun tokoh yang diangkat memiliki jasa besar bagi bangsa. Sebagai solusi, ‘Pasukan 1000 Janda’ memilih pendekatan film action hiburan, dengan tujuan utama menarik perhatian publik terlebih dahulu,” ujar Archy dalam keterangannya, dikutip Jumat 23 Januari 2026.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat menjadi jembatan bagi generasi muda untuk mengenal sejarah Indonesia dari sudut pandang yang lebih segar. Film ini juga diharapkan mendorong penonton untuk menggali lebih dalam kisah-kisah perjuangan bangsa yang selama ini jarang diangkat ke layar lebar.
Dari sisi pemain, Pasukan 1000 Janda menghadirkan deretan aktor dan aktris ternama. Atiqah Hasiholan dipercaya memerankan sosok Laksamana Malahayati, sementara Cut Mini berperan sebagai Maisaroh. Film ini juga dibintangi Ully Triani, Brittany Fergie, Vincent Verhaag, serta aktor internasional seperti Ron Smoorenburg dan Hans de Karker.
Keseriusan produksi film ini juga terlihat dari aspek teknis. Tim produksi membangun sebuah kapal khusus untuk kebutuhan syuting, dibuat selama kurang lebih satu bulan menggunakan material kayu asli. Kapal berskala 1:1 tersebut dirancang menyerupai kapal phinisi, demi menghadirkan visual laut yang autentik dan megah.




