Hujan Tak Kunjung Reda, Kapan Cuaca Ekstrem di Jakarta Berakhir?

tabloidbintang.com
12 jam lalu
Cover Berita

TABLOIDBINTANG.COM - Warga Jakarta diminta tetap waspada. Cuaca ekstrem yang belakangan kerap melanda Ibu Kota diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut kondisi atmosfer yang belum stabil membuat potensi hujan lebat dan angin kencang masih mengancam hingga menjelang akhir Januari 2026.

Dalam sepekan terakhir, hujan dengan intensitas tinggi telah memicu genangan hingga banjir di sejumlah wilayah Jakarta, sekaligus mengganggu aktivitas masyarakat. 

BMKG mencatat, Jakarta menjadi salah satu daerah yang mengalami kejadian cuaca ekstrem berulang selama periode akhir Januari ini.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa gangguan atmosfer yang sedang berlangsung mendorong pertumbuhan awan hujan secara signifikan, terutama di wilayah selatan Indonesia, termasuk Pulau Jawa dan Jakarta.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang, namun tetap meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem hingga akhir Januari,” ujar Faisal dalam keterangan resminya.

Faisal menambahkan, dinamika atmosfer saat ini menunjukkan peningkatan pembentukan awan hujan yang cukup masif. Meski demikian, risiko bencana dapat ditekan dengan kesiapsiagaan dan pemantauan informasi resmi BMKG secara berkala.

Berdasarkan analisis terbaru, hujan lebat yang disertai kilat dan angin kencang masih berpotensi terjadi secara bertahap hingga akhir Januari 2026. 

Jakarta mengalami cuaca ekstrem pada 21, 22, dan 23 Januari, bersamaan dengan sejumlah wilayah lain di Pulau Jawa.

BMKG menegaskan, meski ada peluang penurunan intensitas hujan setelah 24 Januari, potensi cuaca ekstrem tetap tidak bisa diabaikan.

Sementara itu, Plt Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, mengungkapkan sejumlah faktor yang memicu kondisi cuaca ekstrem di wilayah Jabodetabek. 

Salah satunya adalah munculnya Bibit Siklon Tropis 97S di Samudra Hindia selatan Indonesia.

Bibit siklon tersebut terpantau memiliki kecepatan angin maksimum sekitar 15 knot atau setara 28 kilometer per jam, dengan tekanan udara minimum mencapai 1001 hPa.

“Pergerakan sistem 97S ke arah barat berpotensi memperkuat pertemuan dan belokan angin dari pesisir barat Sumatera hingga Nusa Tenggara. Kondisi ini dapat meningkatkan pembentukan awan hujan di wilayah selatan Indonesia,” jelas Andri.

Tak hanya itu, penguatan Monsun Asia yang diperkirakan berlangsung hingga 23 Januari 2026, disertai fenomena seruakan dingin dari daratan Asia, turut mempercepat pembentukan awan hujan dalam skala luas, termasuk di wilayah Jakarta.

Aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby Ekuator, serta Gelombang Kelvin yang diperkuat oleh nilai Outgoing Longwave Radiation (OLR) negatif juga berperan besar dalam memicu awan Cumulonimbus penyebab hujan ekstrem.

Kondisi tersebut diperparah oleh tingginya kelembapan udara serta labilitas atmosfer yang cukup kuat.

Menanggapi situasi ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan memperpanjang operasi modifikasi cuaca (OMC) hingga Selasa, 27 Januari 2026. 

Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengurangi potensi hujan ekstrem di wilayah Ibu Kota.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, menegaskan pihaknya terus memantau perkembangan cuaca berdasarkan prediksi BMKG.

“Iya, kami terus memantau prediksi BMKG. Jika diperlukan, operasi modifikasi cuaca bisa dilanjutkan sampai 27 Januari,” ujar Isnawa saat dikonfirmasi, Kamis (22/1).


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Cegah Fraud, Maskapai Gandeng Jamdatun dalam Pengadaan Layanan Haji
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Syahruddin Alrif Resmi Terima SK Ketua DPW Nasdem Sulsel, Cicu Jabat Sekretaris
• 19 jam laluharianfajar
thumb
PSI: Pidato Prabowo di WEF Swiss Kukuhkan Capaian Penting Indonesia
• 22 jam laluidntimes.com
thumb
Amartha Gali Potensi Kredit di Sulawesi dari UMKM Kuliner
• 7 jam lalubisnis.com
thumb
Andy Robertson mungkin tinggalkan Liverpool bulan ini
• 13 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.