SUMATERA UTARA, DISWAY.ID -- Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau lokasi penanganan banjir di Sungai Aek Garoga, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, pada Jumat, 23 Januari 2026.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal sekaligus menyiapkan langkah mitigasi jangka panjang guna mengurangi risiko banjir berulang.
Sungai Aek Garoga menjadi salah satu titik prioritas penanganan pascabanjir yang terjadi pada November 2025, dengan fokus pada normalisasi alur sungai dan pengamanan infrastruktur di sekitarnya.
BACA JUGA:Info Beasiswa S2 Double Degree Kemenag Dibuka, Cek Jadwal Lengkap dan Syarat Nilai TOEFL
BACA JUGA:Eks Menpora Dito Bantah Ada di Rumah Bos Travel Maktour Saat Digeledah KPK
Dalam penanganan darurat, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II Medan telah mengerahkan 8 unit excavator PC 200.
Kemudian 2 unit excavator long arm, dan 1 unit excavator capit untuk melakukan normalisasi sedimentasi sungai serta pembersihan material kayu dan debris yang menyumbat alur sungai.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa penanganan di Aek Garoga tidak hanya ditujukan untuk pemulihan pascabanjir.
Tetapi juga untuk memastikan keselamatan masyarakat dan keberlanjutan fungsi sungai dalam jangka panjang.
"Penanganan banjir ini tidak hanya bersifat sementara. Kita harus memastikan alur sungai kembali berfungsi dengan baik, sedimen dan debris dibersihkan, serta infrastruktur di sekitarnya," ujar Menteri Dody, Jumat, 23 Januari 2026.
BACA JUGA:Driver Ojol Dandi Meninggal Saat Demo Tahun Lalu, Keluarga Kini Bertahan Hidup dari GrabKios
BACA JUGA:Tren Tunda Nikah Menguat di Kalangan Anak Muda, Ini Langkah Kemenag Tingkatkan Angka Perkawinan 2025
"Termasuk jembatan dan permukiman warga, benar-benar aman. Semua langkah yang kita ambil harus berbasis kajian teknis agar mampu mengurangi risiko banjir berulang," sambungnya.
Menteri Dody juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan aparat setempat dalam percepatan penanganan darurat.
"Penanganan darurat ini terus dipercepat dan dikawal bersama. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama, dan kehadiran negara harus benar-benar dirasakan oleh warga yang terdampak," tambahnya.
- 1
- 2
- »





