KUPANG, KOMPAS - Pencarian korban hilang akibat longsor di Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, kembali dilanjutkan. Cuaca ekstrem berupa hujan deras berpotensi memicu longsor susulan. Pencarian dua korban hilang pun terhambat.
Sabtu (24/1/2026) pagi ini, tim gabungan dari berbagai unsur sudah berada di lokasi bencana. Sehari sebelumnya, mereka berjuang mencapai lokasi itu dengan melewati medan cukup berat dan berisiko. Terdapat beberapa titik longsor di jalan menuju ke sana.
Kantor SAR Maumere dalam keterangan tertulis melaporkan, unsur SAR gabungan yang terlibat terdiri atas SAR, Polri, TNI, Badan Penganggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai Timur, puskesmas setempat, pegawai kecamatan, aparat desa, dan masyarakat setempat. Jumlahnya ratusan orang.
"Faktor penghambat antara lain cuaca berupa hujan, angin, serta kabut. Akses menuju lokasi masih terhambat longsor. Beberapa titik terdekat mengalami longsor. Hujan dengan intensitas ringan hingga lebat". Demikian laporan SAR.
Seperti diberitakan sebelumnya, longsor yang terjadi pada Kamis (22/1) itu dipicu hujan deras. Longsoran tanah menimpa rumah warga atas nama Kongradus Lasa. Beberapa orang berada di dalam rumah tersebut.
Satu korban tewas, dua hilang, dan satu lagi dalam perawatan. Korban tewas itu sebelumnya sempat tertimbun. Setelah dievakuasi ke puskesmas, nyawanya tidak tertolong.
Selain itu, sebanyak 227 warga lain pun kini terancam. Mereka sudah dievakuasi mengingat permukiman desa itu terdapat banyak titik rawan longsor. Topografi kawasan itu berupa perbukitan. Alih fungsi lahan diduga menjadi pemicu longsor.
Bupati Manggarai Timur Agas Andreas mengimbau masyarakat agar tetap waspada. Ia menyebut bencana yang terjadi di Goreng Meni merupakan duka untuk seluruh masyarakat Manggarai Timur. Ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban tewas.
Kepada keluarga korban hilang, ia berjanji akan menggerakkan semua kekuatan untuk menemukan korban. "Bersama kita akan melakukan segala upaya untuk menemukan korban yang tertimbun," ucap Agas.
Serial Artikel
Longsor di Manggarai Timur, Satu Tewas dan Dua Hilang
Bibit siklon tropis 91S terpantau di selatan wilayah NTT dan NTB. Hal itu ikut memicu terjadinya cuaca ekstrem yang rawan memakan korban jiwa.
Ia mengingatkan tim SAR gabungan agar waspada dalam operasi pencarian mengingat saat ini kondisi cuaca sedang buruk. Keselamatan tim tetap diutamakan.
Agas juga meminta masyarakat tetap tinggal di rumah jika tidak ada kebutuhan mendesak. Hal ini karena potensi bencana di jalanan tinggi pada saat cuaca ekstrem seperti sekarang.
Cuaca Masyarakat juga diimbau memperhatikan kondisi lingkungan sekitar. Jika membahayakan, mereka diminta mengungsi secara mandiri atau berkoordinasi dengan pemerintah setempat.
Langkah yang sudah diambil pemerintah adalah mengirim bantuan melalui BPBD Kabupaten Manggarai Timur. Tim membawa 750 kilogram beras, makanan siap saji, terpal, air minum kemasan, dan peralatan tidur.
Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang Sti Nenot'ek mengatakan, pergerakan Bibit Siklon Tropis 91S di selatan NTT dan NTB berpeluang tinggi menjadi bibit siklon. Sisi barat wilayah NTT seperti Manggarai Timur, berpotensi terdampak cuaca ekstrem itu.
Akan terbentuk belokan, pertemuan, dan perlambatan kecepatan angin. Akibatnya, hujan deras disertai petir dan angin kencang terjadi dalam durasi singkat. Bencana hidrometeorologi pun mengintai. Masyarakat diminta waspada.
Serial Artikel
Bibit Siklon Tropis 91S, Cuaca Ekstrem Intai NTT dan NTB
Terbentuk belokan, pertemuan, dan perlambatan kecepatan angin. Akibatnya, hujan deras disertai petir dan angin kencang terjadi dalam durasi singkat.




