Pakar Nilai RI Tak Perlu Kecil Hati AS Keluar dari WHO, Ini Alasannya

detik.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Amerika Serikat (AS) resmi keluar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Dosen Hubungan Internasional Universitas Padjajaran (Unpad), Teuku Rezasyah, menilai langkah tersebut akan mempengaruhi berbagai aspek kesehatan di tingkat internasional.

"Amerika Serikat keluar dari WHO, memang berdampak pada sektor kesehatan di tingkat dunia. Terlebih lagi, AS memang menghasilkan banyak produk dan riset di bidang obat-obatan," kata Rezasyah kepada wartawan, Sabtu (24/1/2026).

Baca juga: Dubes AS Ingatkan Iran Jangan Remehkan Ancaman Trump!

Namun, Rezasyah menilai Indonesia tak perlu berkecil hati dengan keputusan tersebut. Dia menilai Indonesia telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam sektor kesehatan.

"Indonesia tak perlu berkecil hati. Belajar dari pengalaman saat Covid, terbukti Indonesia mulai mampu membangun infrastruktur kesehatan, dengan basis kemandirian nasional dan perluasan aringan internasional," ujarnya.

Menurutnya, keluarnya AS dari WHO perlu dijadikan momentum untuk memperkuat kerjasama kesehatan di tingkat regional maupun global. Dia meyakini Indonesia tetap mampu bertahan usai keputusan tersebut.

"Indonesia perlu menjadikan keluarnya AS ini sebagai momentum, guna saling memperkuat kerjasama kesehatan di tingkat ASEAN, GNB, dan Kerjasama Selatan-Selatan," tuturnya.

"Justru saat inilah Presiden Prabowo perlu membuktikan kemampuannya melakukan efisiensi di banyak bidang. Hasil efisiensi tersebut sangat tepat jika ditujukan ke sektor kesehatan," imbuh dia.

Baca juga: Depot Minyak Rusia Terbakar Dihantam Serangan Drone

Sebelumnya, dilansir detikHealth, Amerika Serikat resmi menyelesaikan proses penarikannya dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Hal ini dikonfirmasi Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS atau Health and Human Services (HHS) pada Kamis waktu setempat, menuntaskan salah satu agenda lama Presiden Donald Trump.

Pada hari pertama masa jabatan kedua Trump, ia kembali mengeluarkan perintah eksekutif untuk memulai proses keluar dari WHO, yang sudah ia wacanakan sejak masa jabatan pertama. Berdasarkan aturan, AS harus memberikan pemberitahuan satu tahun sebelumnya dan melunasi seluruh kewajiban keuangan sebelum resmi hengkang.

Pada Kamis, HHS mengumumkan seluruh pendanaan pemerintah AS untuk WHO telah dihentikan. Semua personel dan kontraktor AS yang bekerja atau ditempatkan di WHO juga telah ditarik. Selain itu, AS tidak lagi berpartisipasi dalam komite, struktur kepemimpinan, badan tata kelola, maupun kelompok kerja teknis yang disponsori WHO.




(amw/lir)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Dito Ariotedjo Bakal Penuhi Panggilan KPK Terkait Korupsi Kuota Haji
• 23 jam laluokezone.com
thumb
Tebing 3 Meter Longsor Bikin Dinding Rumah Warga Bogor Jebol
• 13 jam laludetik.com
thumb
Merah Total, Harga Kripto Bitcoin dan Tether Turun Drastis
• 17 jam lalugenpi.co
thumb
Ekoteologi Harus Menjadi Perilaku Nyata
• 9 jam lalumediaindonesia.com
thumb
PM Inggris Kecam Pernyataan Trump yang Dianggap Remehkan Pasukan NATO
• 4 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.