Menekraf dorong Galeri Budaya jadi modal pembangunan ekonomi kreatif

antaranews.com
13 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya mendorong Galeri Budaya Tionghoa Indonesia di PIK sebagai ruang edukasi nilai budaya yang tidak hanya menggambarkan warisan masa lalu, tetapi juga menjadi modal strategis pembangunan ekonomi kreatif.

"Budaya adalah modal masa depan. Sejarah, seni, tradisi, dan cerita hidup yang diolah secara kreatif mampu melahirkan nilai tambah ekonomi, membuka ruang inovasi, serta memperkuat daya saing pegiat kreatif,” ujar Teuku Riefky dalam keterangan pers yang diterima, Sabtu.

Galeri ini menghadirkan ruang edukasi dan interaksi publik yang merekam perjalanan sejarah, ketangguhan, serta kontribusi masyarakat Tionghoa sebagai bagian penting dari kebudayaan Indonesia.

Galeri Budaya Tionghoa Indonesia menampilkan ruang-ruang tematik yang menggambarkan dinamika komunitas Tionghoa, mulai dari proses kedatangan, pengalaman lintas generasi, hingga praktik akulturasi dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya. Pendekatan kuratorial tersebut memperkuat pesan kebersamaan sekaligus memperkaya pemahaman publik terhadap keberagaman.

Menteri Ekraf menambahkan bahwa galeri budaya memiliki peran strategis sebagai simpul penting dalam membangun ekosistem kreatif yang inklusif dan berkelanjutan.

“Nilai akulturasi, kebersamaan, dan keberagaman yang ditampilkan di ruang seperti ini mengingatkan kita bahwa perbedaan adalah kekuatan yang menyatukan bangsa sekaligus memperkaya industri kreatif,” lanjutnya.

Baca juga: Menekraf sebut KEK ETKI berperan tarik investasi kreatif

Kehadiran Galeri Budaya Tionghoa Indonesia juga membuka peluang kolaborasi lintas komunitas, pendidikan, dan industri kreatif, sekaligus mendorong lahirnya produk kreatif berbasis narasi budaya, desain, seni pertunjukan, hingga konten edukatif. Galeri ini diharapkan menjadi platform dialog antargenerasi yang relevan dengan konteks kekinian.

CEO of Amantara Agung Sedayu Group Natalia Kusumo mengatakan Galeri Budaya Tionghoa Indonesia hadir sebagai ruang edukasi sejarah yang ditampilkan secara inovatif, sehingga informasi mudah dipahami.

"Di dalam ada animasi, ada foto-foto, ada bacaan-bacaan dan juga pengalaman yang paling penting merasakan suasana ketika leluhur dari warga Indonesia yang berasal dari Tionghoa," ujarnya.

Kementerian Ekraf mendorong pemanfaatan ruang budaya sebagai sarana untuk mengembangkan berbagai subsektor kreatif berbasis kekayaan intelektual, pengalaman pengunjung, serta inovasi kuratorial.

Integrasi antara budaya dan kreativitas diyakini mampu memperluas pasar, meningkatkan kualitas karya, serta memperkuat identitas nasional di tingkat global.

Baca juga: Kemenekraf luncurkan video musik bermuatan edukasi lingkungan

Baca juga: Anggota DPR soroti penganggaran untuk pengembangan ekonomi kreatif


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Insanul Fahmi Ingin Balikan, Wardatina Mawa Beri Pesan untuk Anak: Rumah Kita Sedang Dilanda Badai
• 1 jam lalugrid.id
thumb
Pemutihan BPJS Kesehatan 2026: Syarat dan Cara Daftarnya
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Hasil Liga Italia: Tertinggal Dua Gol, Inter Comeback dan Berpesta ke Gawang Pisa
• 10 jam lalumedcom.id
thumb
Hidup bersama ancaman bencana yang terlupakan
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Surabaya Catat 25 Juta Kunjungan di 2025, Tahun Ini Kembangkan Wisata Budaya dan Sejarah
• 11 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.