Jakarta, VIVA – Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza secara terbuka menjelaskan alasan mendatangkan pemain Timnas Indonesia, Shayne Pattynama.
Masuknya Persija ke paruh kedua Super League 2025/2026 membuat kedalaman dan adaptasi skuad menjadi isu krusial. Di fase inilah, menurut Mauricio, kemampuan bermain di banyak posisi jadi hal yang paling dibutuhkan.
Shayne Pattynama dikenal luas sebagai bek kiri. Namun bagi Mauricio, label itu terlalu sempit. Pemain berusia 27 tahun tersebut dinilai memiliki kapasitas untuk mengisi berbagai peran, mulai dari lini belakang hingga sektor tengah lapangan.
- Persija
“Pattynama hari ini sudah bersama kami. Saya sudah bicara singkat dengan dia. Tapi saya tahu dari pemain lain bahwa dia bisa banyak membantu kami di liga ini,” kata Mauricio Souza, Sabtu 24 Januari 2026.
Fleksibilitas itu bukan asumsi semata. Shayne disebut mampu dimainkan sebagai bek kanan, bek tengah, gelandang bertahan, gelandang tengah, gelandang serang, gelandang kiri, hingga winger kiri. Bagi Persija, opsi semacam ini sangat relevan di tengah jadwal padat dan kebutuhan rotasi.
Mauricio menegaskan, kebutuhan tim di putaran kedua tidak hanya soal menambah pemain, melainkan mencari profil yang bisa menutup banyak celah sekaligus.
“Dia bisa bermain sebagai gelandang bertahan atau bek kanan. Saya bicara sama dia, saya senang dengan motivasinya, dan saya senang dia sudah bergabung dengan kami,” ujar pelatih asal Brasil itu.
- Instagram/persija
Shayne Pattynama resmi diumumkan sebagai pemain Persija pada Jumat 23 Januari 2026 sore. Ia didatangkan dari Buriram United dengan kontrak berdurasi 2,5 tahun.
Kedatangannya menambah daftar rekrutan Persija di putaran kedua, setelah sebelumnya klub mendatangkan Fajar Fathurrahman, Alaaeddine Ajaraie, dan Paulo Ricardo.
Masuknya Shayne juga membuat Persija kini memiliki tiga pemain di sektor bek kiri, yakni Shayne Pattynama, Dony Tri Pamungkas, dan Alan Cardoso. Kondisi ini memunculkan pertanyaan soal kemungkinan pergerakan pemain keluar.



