Sisi Lain dari Banjir Jakarta, Pilu, Asa dan Upaya Warga

kumparan.com
10 jam lalu
Cover Berita

Banjir di Jakarta menyisakan sejumlah cerita mulai dari hal pilu hingga perjuangan warga dalam menghadapinya. Berikut rangkuman peristiwa selama banjir melanda Jakarta beberapa hari terakhir:

Cerita Jasa Angkut Motor di Daan Mogot, Solusi berbuah Rezeki saat Banjir

Air cokelat setinggi hampir 50 cm menggenangi Jalan Daan Mogot Raya, Jakarta Barat. Air itu membuat lalu lintas sedikit tersendat, sebab ketinggian air yang mencapai knalpot motor itu membuat beberapa kendaraan berhenti.

Banyak yang ragu menerobos, hanya satu-dua pemotor yang nekat membelah genangan air itu. Sementara lalu lintas makin padat dengan kendaraan makin bertambah.

Di tengah kebuntuan ini, sebuah gerobak yang didorong beberapa anak muda mencoba menawarkan solusi. Anak-anak muda dengan celana digulung selutut ini menawarkan bantuan jasa angkut motor membelah banjir.

Ada beberapa motor yang berminat. Cekatan mereka menaikkan motor itu ke atas gerobak, mendorongnya melintasi genangan air. Sementara pengemudi nya, ikut naik di atas gerobak sederhana itu.

Fahri Setiawan (18), salah satu dari anak muda itu.

“Nama saya Fahri Setiawan, TB aja,” katanya

Fahri adalah warga Taman Kota dan masih berstatus pelajar. Hari itu buka jasa angkut motor karena sekolah sedang libur.

Bagi Fahri, mengangkut motor di tengah banjir bukan pengalaman baru. Ia sudah melakukannya sejak banjir besar beberapa tahun lalu.

“Sudah, dari banjir yang 2020 itu,” ujarnya.

“Iya, iseng saja. Terus dikasih duit.” tambahnya.

Gerobak yang digunakan Fahri dan kawan-kawannya bukan milik pribadi.

“Minjam, ada,” katanya.

Mereka bekerja bersama-sama tanpa pembagian peran yang kaku. Semua saling membantu.

“Sama teman-teman yang lain,” ucap Fahri.

Permintaan Tinggi di Musim Hujan, Jas Hujan Laris Manis di Pasar Asemka

Hujan yang tak berhenti mengguyur Kota Jakarta belakangan ini menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat urban yang aktivitasnya terus bergerak. Hal ini membuat jas hujan jadi keperluan penting bagi setiap warga Jakarta.

kumparan mencoba menelusuri, bagaimana dampak nyata hari-hari yang basah dengan penjualan jas hujan di Pasar Asemka, yang berada di bawah Flyover Pasar Pagi, Jakarta Utara.

Kios-kios yang menjual jas hujan, meletakkan dagangannya di bagian paling depan, seolah difungsikan sebagai magnet bagi pembeli. Sementara itu, di sekitarnya terdapat produk lain seperti masker, sarung tangan, dan kaus kaki yang berperan sebagai pelengkap.

Hal ini terbukti dari banyaknya orang yang singgah ke kios untuk membeli jas hujan. Tak hanya satuan, pembelian kerap dilakukan dalam jumlah banyak hingga bertumpuk-tumpuk dan diangkut di bagian belakang sepeda motor, menandakan tingginya permintaan.

Rizal (26), salah seorang pedagang di Pasar Asemka, mengaku bahwa jas hujan bukanlah produk utama yang ia jual. Ia hanya menjajakan barang tersebut saat musim hujan tiba.

"Kalau jas hujan memang produk saya juga. Cuma nggak setiap momen ada gitu. Paling momen musim penghujan aja baru saya jualan jas hujan," kata Rizal, Jumat (23/1).

Rizal menyebutkan, pada momen seperti sekarang, jas hujan bisa terjual hingga berlusin-lusin setiap harinya.

"Sehari kurang lebih bisa laku 10 lusin lah. Ya, dari 5 sampai 10 lah. Bahkan kalau lagi emang hujannya lagi konsisten gitu dari pagi sampai malam gitu, bisa lebih dari 10," ujarnya.

Ojol Tewas Usai Jatuh di Jalanan Bekasi yang Tergenang Banjir

Ojek online (ojol) ditemukan meninggal dunia di pinggir Jalan Raya Inspeksi Kalimalang, tepatnya di kawasan Kampung Warung Sengon, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Kamis sore (21/1).

Korban diduga mengalami kecelakaan tunggal usai melintasi jalan yang tergenang banjir, kondisi yang kembali menyorot buruknya keselamatan di jalur padat tersebut.

Korban diketahui bernama Said Asra (52 tahun), warga Kabupaten Bekasi. Ia mengendarai sepeda motor Honda Scoopy bernomor polisi B-5080-FTI dan melaju dari arah barat menuju timur sekitar pukul 17.30 WIB, saat genangan air masih menutup sebagian badan jalan.

Penjelasan Polisi

Kapolsek Cikarang Barat, AKP Tri Baskoro Bintang Wijaya, menjelaskan kondisi jalan di lokasi kejadian sedang banjir sehingga jarak pandang dan kendali kendaraan sangat terbatas. Korban diduga kehilangan kendali hingga terjatuh dan dinyatakan meninggal dunia di tempat.

“Korban mengalami kecelakaan tunggal saat melintasi jalan yang tergenang air. Jenazah langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Medirosa untuk penanganan lebih lanjut,” ujar Bintang saat dikonfirmasi, Jumat (22/1).

Dari hasil olah tempat kejadian perkara sementara, polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor milik korban, STNK, serta SIM C.

"Kerusakan kendaraan dilaporkan relatif ringan, namun benturan tubuh korban dengan aspal diduga menjadi penyebab fatal," kata Bintang.

Kapolres Metro Bekasi Kombes Sumarni membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan bahwa kasus telah ditangani oleh jajaran Polsek Cikarang Barat.

“Saat ini masih dalam penanganan dan penyelidikan,” kata dia.

Pram Jelaskan Masalah Klasik Penyebab Jakarta Langganan Banjir saat Musim Hujan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut persoalan klasik masih menjadi beberapa penyebab Jakarta kerap dilanda banjir setiap musim hujan datang.

Selain karena faktor alam, yakni cuaca ekstrem, kebiasaan warga membuang sampah sembarangan serta pembangunan di bantaran sungai yang seharusnya tidak diperbolehkan, memperlambat penanganan banjir setiap musim hujan.

“Yang paling utama selain cuaca ekstrem tentunya ada persoalan-persoalan internal yang terjadi di Jakarta. Orang masih buang sampah sembarangan, orang masih membangun di atas bantaran sungai, itu yang sebenarnya sudah enggak boleh lagi,” ujar Pramono dalam konferensi pers penanganan banjir di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (23/1).

Pramono menegaskan, pemerintahannya kini mulai melakukan langkah-langkah yang sebelumnya belum dijalankan, salah satunya normalisasi sungai.

Ia menyebut normalisasi Sungai Ciliwung, Krukut, hingga Kali Cakung Lama mulai dilakukan sebagai bagian dari solusi jangka menengah dan panjang pengendalian banjir.

“Dalam pemerintahan saya sekarang sudah memulai untuk normalisasi Ciliwung yang tidak pernah dilakukan dulu, normalisasi Kali Krukut yang tidak dilakukan, normalisasi Kali Cakung Lama yang tadi sudah saya putuskan. Dulu tidak dilakukan,” katanya.

Pria Ditemukan Meninggal dalam Mobil Saat Terjebak Macet di Jelambar, Jakbar

Seorang pria berinisial AR (51) ditemukan meninggal dunia di dalam mobilnya di Jalan Latumenten, Jelambar, Jakarta Barat, pada Kamis (22/1). Peristiwa ini terjadi saat arus lalu lintas tengah mengalami kemacetan akibat banjir yang menggenangi lokasi.

Korban diduga meninggal dunia karena sakit. Kanit Reskrim Polsek Grogol Petamburan, AKP Alex Tengbunan, menjelaskan awal mula penemuan jasad AR yang bermula dari kecurigaan warga sekitar.

Penemuan ini berawal saat seorang pemilik bengkel melihat mobil yang dikemudikan AR berhenti tak bergerak di tengah jalan. Saksi kemudian melaporkan hal tersebut kepada petugas lalu lintas yang berada di lokasi.

"Saksi ini menginfokan kepada anggota Lantas bahwa mobil ada yang mogok, ada yang berhenti di tengah jalan. Kemudian Kanit Lantas dan anggota Lantas langsung datang dan mendorong mobil tersebut, namun direm tangan," kata Alex saat dihubungi wartawan, Jumat (23/1).

“Kalau banjir mungkin mobil sulit untuk jalan, tapi karena cuma genangan jadinya pelan-pelan dan padat kendaraan,” ujarnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
AS Resmi Keluar dari WHO, Peran Lembaga Kesehatan Global Dipertanyakan
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
OJK Ungkap Sebanyak Rp 9,1 T Dana Hilang Akibat Scam, Rp 432 M Bisa Diselamatkan
• 23 jam lalukatadata.co.id
thumb
Indonesia Siap Terlibat dalam Proyek Energi Bangladesh
• 21 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kemarin, konsumsi alpukat hingga tujuan aturan baru kartu seluler
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
Kapal selam wisata China usai uji coba, siap layani proyek Indonesia
• 9 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.