Kapal selam wisata China usai uji coba, siap layani proyek Indonesia

antaranews.com
7 jam lalu
Cover Berita
Chongqing (ANTARA) - Di Chongqing, sebuah "kota pegunungan" di China barat daya, kapal selam wisata berawak sipil bernama "Jiaozi" yang dikembangkan secara mandiri oleh China baru-baru ini menyelesaikan putaran pengujian bawah air terbaru di Danau Shuanglong di wilayah Wushan.

Kapal selam wisata itu tengah memasuki tahap akhir penerimaan serta pengemasan.

Setelah melalui verifikasi teknis yang ketat, kapal selam jenis ini akan dioperasikan di kawasan wisata laut, seperti Pulau Bali di Indonesia, menyediakan pengalaman baru di bawah air untuk proyek pariwisata bahari setempat.

Pengiriman ini merupakan bagian dari pesanan senilai lebih dari 100 juta yuan (1 yuan = Rp2.427) dengan total 100 unit yang dipesan oleh Indonesia.

Dalam pengujian tersebut, "Jiaozi" berhasil melakukan operasi stabil pada kedalaman air 23 meter sesuai target, kemudian secara otomatis mengapung sesuai program yang telah diatur.

"Jiaozi" dikembangkan dan diproduksi oleh sebuah perusahaan teknologi yang berbasis di Kawasan Industri Wilayah Wushan, Chongqing.

Perusahaan yang berdiri sejak 2018 ini fokus membangun rantai industri teknologi kapal selam sipil berawak, dengan harapan mendorong penerapan teknologi tersebut dalam bidang pariwisata, edukasi sains, dan penyelamatan bawah air.

Menurut informasi dari pihak perusahaan, kapal selam ini menggunakan sistem listrik murni dengan struktur tahan tekanan yang dirancang sesuai standar kedalaman 200 meter.

Di lokasi pengujian, awak media menyaksikan langsung kabin "Jiaozi" dapat menampung hingga 4 orang, dilengkapi sistem penghindaran rintangan otomatis, serta sistem pengapungan keselamatan, sehingga wisatawan umum dapat merasakan pengalaman dunia bawah laut tanpa perlu pelatihan khusus.

"Kami merancang kapal selam ini dengan prinsip agar semakin banyak wisatawan umum dapat mengenal laut dalam kondisi aman dan terkontrol," ujar Jiang Zhidi, pemimpin perusahaan tersebut.

Jiang menambahkan bahwa alih-alih mengejar performa ekstrem, tim lebih menekankan pada stabilitas sistem, kemudahan pengoperasian, serta keandalan jangka panjang.

Jiang menjelaskan secara teknis proyek ini telah diperkaya dengan penelitian dan pengembangan yang berlangsung selama lima tahun serta lebih dari 100 ribu kali pengujian ekstrem.

Pada Januari 2024, produksinya mencapai tahap massal di pabrik Wushan. Hingga kini, lebih dari 30 unit kapal selam telah dikerahkan di sejumlah destinasi wisata di China, termasuk Sanya di Hainan dan Pulau Weizhou di Beihai, Guangxi.

Indonesia menjadi salah satu destinasi penting dalam kerja sama internasional proyek ini. Pada Oktober 2025, "Jiaozi" lulus inspeksi Kementerian Perhubungan RI dan memperoleh izin operasi di perairan wisata lokal.

Selanjutnya, kedua belah pihak menandatangani perjanjian kerja sama untuk secara bertahap menempatkan 100 unit kapal selam di kawasan wisata seperti Bali, Kepulauan Seribu di Jakarta, serta Pulau Lombok di Nusa Tenggara Barat.

Saat ini, tiga unit telah memulai uji coba operasi di Bali.





"Setiap negara memiliki karakteristik berbeda dalam hal kondisi laut, sistem regulasi, dan metode operasional. Sebelum memasuki pasar Indonesia, kami telah melakukan beberapa kali penyesuaian teknis dan verifikasi sesuai persyaratan setempat," tutur Jiang.

Dia menambahkan bahwa perusahaannya berharap dapat terlibat secara berkelanjutan dan kooperatif dalam pengembangan pariwisata bawah air global.

Saat ini, perusahaan tersebut memiliki lebih dari 30 tenaga penelitian dan pengembangan, termasuk sejumlah doktor. Hingga akhir 2025, perusahaan tersebut telah mengantongi lebih dari 100 paten independen.





Di tingkat daerah, pejabat terkait dari Komite Manajemen Kawasan Industri Wilayah Wushan menyatakan keberadaan proyek ini turut mendorong integrasi manufaktur peralatan tingkat tinggi dengan pengembangan industri budaya dan pariwisata lokal, sekaligus mempercepat transformasi struktur industri menuju teknologi yang lebih maju.

Dengan segera dikirim dan dioperasikan di Indonesia, kapal selam yang lahir dari "kota pegunungan" Chongqing ini kian berperan secara terbuka dan kooperatif dalam pengembangan industri pariwisata Indonesia.






Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Guardiola Antusias dengan Debut Guehi
• 4 jam lalumedcom.id
thumb
82 Orang Tertimbun, Pemerintah Percepat Penanganan Darurat Longsor Cisarua
• 1 jam lalurctiplus.com
thumb
Meski Tidak Fit Alwi Farhan Lolos Final Indonesia Masters 2026, Bakal Ditantang “Pembunuh Raksasa” dari Tailan
• 1 jam laluharianfajar
thumb
Strategi Brand Fesyen Lokal Menggenjot Penjualan Ramadan
• 10 jam lalumedcom.id
thumb
Kredit Nganggur di Bank Masih Tinggi, Begini Kata Bankir
• 1 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.