Menekraf Dorong Galeri Budaya Jadi Modal Strategis Pembangunan Ekonomi Kreatif

pantau.com
8 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mendorong Galeri Budaya Tionghoa Indonesia sebagai ruang edukasi nilai budaya yang dinilai mampu menjadi modal strategis dalam pembangunan ekonomi kreatif nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Teuku Riefky Harsya saat pembukaan Galeri Budaya Tionghoa Indonesia di kawasan Pantjoran PIK, Jakarta, pada Jumat, 23 Januari 2026.

Teuku Riefky menegaskan bahwa budaya bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan aset masa depan yang dapat diolah untuk menciptakan nilai tambah ekonomi.

“Budaya adalah modal masa depan, ketika sejarah, seni, tradisi, dan cerita hidup dikelola secara kreatif, maka akan lahir nilai ekonomi yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Galeri Budaya sebagai Ruang Edukasi dan Inovasi

Galeri Budaya Tionghoa Indonesia dihadirkan sebagai ruang edukasi dan interaksi publik yang merekam perjalanan sejarah, ketangguhan, serta kontribusi masyarakat Tionghoa sebagai bagian penting dari kebudayaan Indonesia.

Galeri tersebut menampilkan ruang-ruang tematik yang menggambarkan dinamika komunitas Tionghoa, mulai dari proses kedatangan, pengalaman lintas generasi, hingga praktik akulturasi dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya.

Pendekatan kuratorial galeri dirancang untuk memperkuat pesan kebersamaan sekaligus memperkaya pemahaman publik terhadap keberagaman Indonesia.

Menurut Teuku Riefky, nilai akulturasi, kebersamaan, dan keberagaman yang ditampilkan menjadi pengingat bahwa perbedaan adalah kekuatan bangsa yang dapat memperkaya industri kreatif nasional.

Peluang Kolaborasi dan Penguatan Identitas Nasional

Menteri Ekonomi Kreatif menilai galeri budaya memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem kreatif yang inklusif dan berkelanjutan.

Kehadiran Galeri Budaya Tionghoa Indonesia dinilai membuka peluang kolaborasi lintas komunitas, pendidikan, dan industri kreatif, sekaligus mendorong lahirnya produk kreatif berbasis narasi budaya.

Produk kreatif tersebut mencakup subsektor desain, seni pertunjukan, hingga konten edukatif yang relevan dengan konteks kekinian.

CEO of Amantara Agung Sedayu Group Natalia Kusumo menyampaikan bahwa galeri ini hadir sebagai ruang edukasi sejarah yang disajikan secara inovatif.

“Informasi disampaikan melalui animasi, foto, bacaan, serta pengalaman merasakan suasana leluhur masyarakat Tionghoa di Indonesia,” ujarnya.

Kementerian Ekonomi Kreatif mendorong pemanfaatan ruang budaya sebagai basis pengembangan subsektor kreatif berbasis kekayaan intelektual, pengalaman pengunjung, dan inovasi kuratorial.

Integrasi antara budaya dan kreativitas diyakini dapat memperluas pasar, meningkatkan kualitas karya kreatif, serta memperkuat identitas nasional Indonesia di tingkat global.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Iran Tegaskan Tak Akan Negosiasi Soal Rudal, tapi Terbuka Bahas Nuklir Damai
• 5 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Potret Tumpukan Kontainer Isi Barang Bukti Disita Bareskrim dari DSI
• 1 jam laludetik.com
thumb
Wali Kota Eri Minta BPK Telusuri Penyelewengan Program Beasiswa
• 17 jam lalurealita.co
thumb
51 Desa Kabupaten Bekasi Banjir, Polisi Patroli Jaga Rumah dan Kendaraan Pengungsi
• 11 jam lalukompas.com
thumb
Dedi Mulyadi Usul Tukar Guling Bandara Kertajati dengan Husein Sastranegara
• 19 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.