GenPI.co - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan tetap menindak kendaraan over dimension over loading (ODOL), meski kebijakannya dievaluasi Kemendagri.
Dedi Mulyadi mengatakan penindakan terhadap truk bermuatan lebih, termasuk angkutan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) adalah harga mati.
“Kami terus dong. Sebab, infrastruktur Jawa Barat sudah bagus. Masa, mau dilalui ODOL terus. Capek bangun jalan,” katanya dikutip dari Antara, Sabtu (24/1).
Sebelumnya, Kemendagri melalui Analis Kebijakan Ahli Muda Syahid Amels menyebut SE Gubernur Jabar soal operasional AMDK bisa dievaluasi.
Dedi Mulyadi yang menanggapi hal itu pun menantang balik. Dia mempersilakan pemerintah pusat mengevaluasi aturannya.
Politikus Partai Gerindra itu tak masalah, asalkan Kemendagri menyiapkan anggaran tambahan untuk perbaikan jalan di Jawa Barat.
“Kalau mau menyiapkan anggaran tambahan untuk jalan, tidak masalah. Tetapi, faktanya (dana transfer ke daerah) kami dikurangi,” ujarnya.
Isu mengenai kendaraan ODOL di Jawa Barat, menjadi simalakama antara kelancaran logistik nasional dan ketahanan infrastruktur daerah.
Hasil kajian teknis menyebut kendaraan ODOL menjadi faktor utama percepatan kerusakan jalan, yang ujungnya menghambat arus logistik.
Dedi Mulyadi menilai penindakan tidak bisa ditunda, dengan apa pun alasannya. Sebab, perbaikan jalan membutuhkan biaya besar. (ant)
Simak video pilihan redaksi berikut ini:




