Kolaborasi Bayer dan Petani Grobogan-Kendal: Panen Jagung Dekalb DK19C dan DK79C Tembus 7 Ton per Hektare

wartaekonomi.co.id
8 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bayer Indonesia (Bayer) bersama 800 petani di Grobogan dan Kendal, Jawa Tengah melakukan panen jagung varietas hibrida Dekalb DK19C ”Cantik” dan DK79C “Kuat. Sebelumnya Bayer bersama 800 petani dari berbagai kelompok tani di Kabupaten Grobogan dan Kendal melakukan budi daya jagung varietas hibrida Dekalb DK19C ”Cantik” dan DK79C “Kuat”. Kedua wilayah ini merupakan penghasil jagung terbesar kedua di Indonesia sekaligus mendukung misi swasembada jagung nasional, yang merupakan bagian dari swasembada pangan, salah satu prioritas dalam program Asta Cita pemerintah. 

Hasil panen varietas Dekalb DK19C ”Cantik” dan DK79C “Kuat” di kedua daerah ini menunjukkan dampak nyata, berupa peningkatan hasil panen sebesar 15 % dan kenaikan pendapatan petani sebesar 20 % per musim tanam. Lebih lanjut, total produksi mencapai 6 – 7 ton per hektare, melampaui rata-rata produksi nasional sebesar 5,93 ton per hektare.

Bayer Indonesia (Bayer) menegaskan komitmen jangka panjangnya untuk memperkuat ketahanan pangan Indonesia melalui dukungan akses benih jagung berkualitas tinggi serta pendampingan teknis kepada petani guna meningkatkan produksi jagung di Jawa Tengah, wilayah penghasil jagung terbesar kedua di Indonesia sekaligus mendukung misi swasembada jagung nasional, yang merupakan bagian dari swasembada pangan, salah satu prioritas dalam program Asta Cita pemerintah. 

Jagung merupakan salah satu komoditas strategis nasional yang menjadi bahan baku utama bagi industri pangan dan pakan ternak. Peningkatan produktivitas di tingkat petani menjadi kunci untuk menjaga stabilitas pasokan di tengah tekanan perubahan iklim dan meningkatnya permintaan industri. Menurut data BPS, produksi jagung nasional pada tahun 2025 diperkirakan mencapai 16,11 juta ton pipilan kering dengan kadar air 14 persen, meningkat 6,44 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Provinsi Jawa Tengah berkontribusi besar terhadap pasokan nasional dengan produksi sekitar 3,18 juta ton, menempatkan provinsi ini sebagai posisi kedua kontributor jagung nasional. 

Mateus Barros, Cluster Lead East Asia & Pakistan Bayer Crop Science, yang turut hadir dalam kegiatan panen tersebut, menyampaikan bahwa Indonesia merupakan salah satu pasar pertanian penting di kawasan Asia. “Petani jagung berada di jantung upaya peningkatan produksi pangan. Akses terhadap teknologi benih yang andal serta praktik budidaya yang tepat sangat penting untuk menjaga produktivitas secara berkelanjutan,” ujarnya.

Varietas Dekalb DK19C “Cantik” pertama kali diperkenalkan pada akhir 2024, sementara DK79C “Kuat” diluncurkan pada kuartal ketiga tahun 2025. Kedua varietas ini dikembangkan untuk menjawab kebutuhan agroekologi yang berbeda. DK19C memiliki umur panen sekitar 105 hari dan dikenal dengan stabilitas hasil panennya, sedangkan DK79C dirancang untuk lahan kering dan wilayah berbukit  dengan umur panen sekitar 100 hari. 

Selain penggunaan benih, Bayer juga menjalankan program pendampingan teknis secara komperhensif, termasuk pelatihan teknik budidaya, pengendalian hama dan penyakit, hingga pemanfaatan platform pertanian digital.

Country Commercial Lead Bayer Crop Science Indonesia dan Malaysia, Yuchen Li, menekankan bahwa peningkatan produktivitas tidak hanya bergantung pada varietas benih semata. “Benih berkualitas tinggi harus didukung dengan pendampingan teknis yang konsisten, akses informasi, serta praktik pertanian yang lebih baik untuk memastikan  produktivitas berkelanjutan,” jelasnya.

Inisiatif pendampingan Bayer mencakup ekosistem Better Life Farming bagi petani kecil, pusat riset dan pelatihan pertanian Bayer JUARA di Klaten, Jawa Tengah, serta komunitas SOBAT Bayer (Sahabat dan Penasihat Petani Bayer) yang kini beranggotakan lebih dari 1.000 orang di seluruh Indonesia. Petani juga mendapatkan dukungan melalui platform edukasi digital TANIA (Teman Petani Indonesia) untuk berbagi pengetahuan dan berdiskusi langsung mengenai praktik pertanian.

Para petani merasakan manfaat nyata dari program tersebut. H.Zakaria, petani jagung asal Kecamatan Gemuh, Kendal, menyampaikan bahwa hasil panennya menjadi lebih stabil setelah mengikuti program demoplot dan pendampingan teknis dari Bayer. “Saya bisa melihat perbedaannya langsung di demoplot. Dari cara tanam, pemupukan, sampai pengendalian hama. Hasilnya lebih bagus dan konsisten,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Kusnandar, petani dari Kecamatan Brati, Grobogan. “Sulit kalau hanya mengandalkan teori, tapi begitu melihat tanaman tumbuh bagus di lapangan, baru benar-benar percaya,” katanya.

Seiring dengan terus meningkatnya produksi, Jawa Tengah diperkirakan akan tetap menjadi salah satu pilar utama pasokan jagung nasional dalam beberapa tahun ke depan. Tantangan ke depan tide hanya terletak pada peningkatan hasil panen, tetapi juga pada efisiensi biaya produksi serta penguatan ketahanan petani terhadap perubahan iklim. 

Dengan keunggulan plasma nutfah pada varietas DEKALB DK19C “Cantik” dan DK79C “Kuat”, serta penguatan program pendampingan petani, Bayer menegaskan komitmennya untuk meningkatkan produktivitas jagung, kesejahteraan petani, dan berkontribusi pada sistem pangan nasional yang lebih tangguh di tengah perubahan iklim dan dinamika kebutuhan pangan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
RI Mau Perketat Syarat Investasi Asing di Bali, Minimal Modal Rp10 Miliar
• 20 jam lalubisnis.com
thumb
Prediksi Cuaca Jakarta Sabtu 24 Januari 2026: Berawan Tebal, Hujan Ringan, hingga Sedang
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Shayne Pattynama Resmi Gabung Persija, Ada Cerita Haru Wasiat Sang Ayah di Balik Perjalanan Karier
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Longsor di Cisarua Bandung Barat, 30 Rumah Tertimbun, 6 Orang Meninggal Dunia
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
SDN Srengseng Sawah 01 terapkan PJJ selama cuaca esktrem
• 23 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.