Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prancis Emmanuel Macron mengungkap hal-hal yang menjadi fokusnya saat bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto dalam acara jamuan makan malam di Istana Élysée, Paris, Prancis, Jumat (23/1) malam waktu setempat.
Presiden Prabowo melanjutkan lawatannya ke Paris pada Jumat siang setelah memberikan pidato khusus (special address) di panggung Annual Meeting Davos, World Economic Forum, Davos, Swiss, Kamis (22/1).
Advertisement
Di Istana Élysée, Paris, Presiden Prabowo memenuhi undangan Presiden Macron untuk menghadiri jamuan makan malam. Jamuan tersebut bukanlah yang pertama, mengingat Presiden Prabowo pada tahun 2025 juga pernah dijamu oleh Presiden Macron, kemudian juga pada Juli 2024 saat Prabowo masih presiden terpilih.
"Senang menyambut hari ini di Paris Presiden Indonesia, Prabowo Subianto," kata Presiden Macron dalam siaran resminya, seperti dilansir Antara, Sabtu (24/1).
"Bersama-sama, kami semakin memperkuat kemitraan strategis yang menghubungkan Indonesia dan Prancis di berbagai bidang, serta keselarasan pandangan kami mengenai isu-isu global dan internasional yang Prancis bertekad untuk dorong dalam kerangka kepresidenannya di G7," ujar Macron dalam siaran resmi yang sama.
Walaupun demikian, Macron tidak mengungkap lebih lanjut mengenai "keselarasan pandangan" Indonesia-Prancis dalam isu-isu global dan internasional, terutama yang berkaitan dengan terbentuknya Dewan Perdamaian (Board of Peace) Gaza besutan Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump.
Terkait itu, Indonesia resmi tergabung sebagai anggota dan salah satu negara yang menandatangani piagam pembentukan Dewan Perdamaian, yang acaranya berlangsung pada sela-sela rangkaian World Economic Forum di Davos, Kamis.
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482564/original/016425300_1769229680-madura_united.jpg)



