Produksi Minyak Blok Rokan Mulai Pulih Usai Insiden Kebocoran Pipa Gas

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Produksi minyak di Blok Rokan, Riau, mulai pulih setelah sempat terganggu akibat insiden kebocoran pipa gas milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) di wilayah Sumatera yang menghentikan pasokan gas ke lapangan tersebut.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menyampaikan pernyataan itu saat melakukan kunjungan kerja sekaligus memimpin rapat koordinasi teknis kelistrikan di Kantor Utama PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), Rumbai, Jumat (23/1).

Kunjungan dilakukan untuk memantau langsung dampak gangguan pasokan gas terhadap operasional pembangkit listrik PHR serta memastikan langkah mitigasi berjalan efektif demi mengamankan target produksi nasional.

"Kami melihat PHR telah melakukan upaya luar biasa di lapangan. Langkah pengalihan bahan bakar pembangkit (fuel switching) ke solar serta manajemen beban listrik dengan memprioritaskan sumur-sumur utama terbukti mampu menjaga ribuan sumur tetap berproduksi di tengah keterbatasan pasokan gas," ujar Laode, dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (24/1).

Laode mengatakan pemerintah memberikan perhatian serius terhadap pemulihan produksi Blok Rokan, mengingat perannya sebagai salah satu kontributor utama produksi minyak nasional. Menurutnya, produksi saat ini mulai berangsur pulih seiring dengan pengendalian dampak gangguan energi.

Sementara itu, Direktur Utama PHR Muhammad Arifin menyebut seluruh jajaran PHR tetap berada dalam kondisi siaga tinggi untuk menjaga keandalan operasi. Perusahaan juga telah menyiapkan skema pemulihan agresif yang siap dijalankan begitu pasokan gas kembali normal.

"Gangguan eksternal ini memang tantangan berat, namun ketangguhan operasi kami telah teruji. Kami optimis, dengan pulihnya pasokan energi, kami siap melakukan ramp-up produksi untuk mengejar target yang telah ditetapkan negara," ungkap Arifin.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa kebocoran pipa gas TGI di Sumatera telah menyebabkan potensi kehilangan produksi minyak nasional sekitar 2 juta barel di awal tahun 2025. Insiden tersebut berdampak langsung pada terhentinya aliran gas ke Blok Rokan.

"Nah, izin pimpinan kami laporkan bahwa kita di awal tahun ini mengalami ada sedikit musibah kecil di Sumatera, pipa kita bocor yang kehilangan potensi loss kurang lebih sekitar 2 juta barel di awal tahun," ujar Bahlil saat rapat kerja Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (22/1).

Meski menyebut insiden ini sebagai kecelakaan, Bahlil mengakui adanya unsur kelalaian dalam pengelolaan yang tidak dapat diabaikan. Dia pun memastikan bakal menjatuhkan sanksi kepada pejabat terkait, baik di lingkungan Kementerian ESDM maupun BUMN yang berhubungan langsung dengan peristiwa tersebut.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Cerita Warga Rawa Buaya Jakbar 6 Kali Rumah Kebanjiran dalam Sebulan
• 2 jam laludetik.com
thumb
Heboh SMPN di Depok Renovasi Rp 28 M tapi 17 Kelas Tak Ada Meja-Kursi
• 11 jam laludetik.com
thumb
Tito Dorong Pembukaan Akses dan Penataan Hunian Pascabencana Aceh Timur
• 21 jam laludetik.com
thumb
Sudah Tiga Hari, Banjir Masih Mengepung Perempatan Puri
• 2 jam laludisway.id
thumb
BMKG: Hujan Lebat Masih Mengintai Jabodetabek Sepekan ke Depan
• 11 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.