Cara Cek Mesin Mobil Kebanjiran agar Aman Klaim Asuransi

viva.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Cara cek mesin mobil kebanjiran wajib dipahami pemilik kendaraan di tengah tingginya risiko banjir pada awal 2026. Curah hujan yang masih tinggi membuat mobil rentan terendam air, dan kesalahan penanganan setelah banjir dapat berujung pada kerusakan mesin yang serius dan mahal.

Menurut peringatan BMKG, hujan dengan intensitas sedang hingga ekstrem masih berpotensi terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Sejumlah daerah seperti Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatra, Sulawesi, hingga Papua masuk dalam wilayah dengan risiko genangan dan banjir yang meningkat, baik di kawasan permukiman maupun ruas jalan utama.

Baca Juga :
Arsenal vs Manchester United: Mikel Arteta Antisipasi Era Baru Michael Carrick
Giveaway Willie Salim Settingan? Pria Ini Bongkar Pengalaman Dibayar Buat Ngonten

Salah satu risiko terbesar ketika mobil terendam banjir adalah masuknya air ke ruang mesin. Air banjir tidak hanya membawa lumpur dan kotoran, tetapi juga dapat merusak komponen mekanis dan kelistrikan secara bersamaan jika tidak ditangani dengan benar.

Langkah paling awal dalam cara cek mesin mobil kebanjiran adalah memastikan mesin tidak langsung dinyalakan. Mesin yang terendam air berisiko mengalami water hammer apabila dipaksa hidup, kondisi ini dapat menyebabkan piston bengkok, stang piston rusak, hingga kerusakan permanen pada blok mesin.

Banjir di Kemang, Puluhan Mobil Terendam
Photo :
  • VIVA/M Ali Wafa

Tahap berikutnya adalah memeriksa kondisi oli mesin. Oli yang tercampur air umumnya berubah warna menjadi putih keruh menyerupai susu atau tampak berbusa. Jika tanda ini terlihat, oli harus dikuras sepenuhnya dan diganti dengan yang baru, dan proses tersebut sebaiknya dilakukan di bengkel resmi untuk memastikan tidak ada sisa air di dalam mesin.

Pemeriksaan sistem kelistrikan juga menjadi bagian penting dalam pengecekan. Air banjir dapat merusak soket, konektor, sensor, hingga ECU, sehingga pengecekan visual pada kabel dan sambungan listrik perlu dilakukan sebelum kendaraan dioperasikan kembali.

Filter udara juga perlu mendapat perhatian khusus. Filter yang basah menandakan air sudah masuk ke saluran udara mesin, yang berpotensi membuat mesin tersendat atau bahkan gagal menyala jika tidak ditangani dengan benar.

Bagian knalpot tidak boleh luput dari pemeriksaan. Air yang tertahan di dalam knalpot dapat mengganggu aliran gas buang dan meningkatkan risiko kerusakan mesin ketika kendaraan dinyalakan kembali setelah banjir.

Baca Juga :
Skuad Real Madrid Terlalu Padat, AC Milan Intip Peluang Bawa Pulang Brahim Diaz
Pernah Jadi Korban Abu Rokok di Jalan, Mahasiswa Gugat UU Lalu Lintas ke MK
Resmi, Shin Tae-yong Sepakat dengan Mills Kembangkan Pembinaan Sepakbola

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Akademisi UI Ingatkan Risiko Politik Luar Negeri RI Usai Gabung Dewan Perdamaian Gaza
• 8 menit lalusuara.com
thumb
BMW Astra Mampang Resmi Beroperasi, Intip Fasilitasnya
• 17 menit lalumedcom.id
thumb
16.489 Buruh Jateng Jadi Korban Pelanggaran PHK Sepanjang 2025
• 19 jam lalubisnis.com
thumb
Korupsi Kuota Haji, Penerapan Pasal Kerugian Negara Dipertanyakan
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Simak! Begini Cara Lengkap Mengikuti Simulasi TKA SD dan SMP 2026
• 5 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.