Elkan Baggott Jadi “Cadangan Mati” di Ipswich Town, Saatnya Jajal Super League agar Dilirik John Herdman

harianfajar
4 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, JAKARTA – Nasib kurang beruntung tengah menyelimuti bek jangkung eks Timnas Indonesia, Elkan Baggott. Dia menjadi “cadangan mati” di Ipswich Town yang sedang bersaing ke zona promosi Divisi Championship.

Pemain berusia 23 tahun itu kini menyandang status sebagai pemain yang sulit mendapatkan menit bermain di bawah asuhan Kieran McKenna.

Karier Elkan di The Blues musim 2025/2026 seolah jalan di tempat. Ia tercatat hanya menjadi pilihan keempat di posisi bek tengah. Kalah bersaing dengan nama-nama mapan seperti Jacob Greaves, Dara O’Shea, dan Cedric Kipre.

Media Inggris, Football League World, menyoroti situasi ini sebagai dampak dari kedalaman skuad Ipswich yang sangat mumpuni. Selama para bek senior tampil konsisten dan bebas dari cedera, peluang Elkan untuk masuk ke starting XI di Divisi Championship hampir tertutup rapat.

Sejauh musim ini, ia baru mencatatkan satu penampilan. Itu pun hanya di ajang Piala FA.

Dilema Pinjaman: Bertahan atau Pergi?

Kieran McKenna sebenarnya menyadari potensi Elkan. Namun, ia enggan melepas sang pemain dengan status pinjaman demi menjaga kedalaman tim.

“Ini tentang keseimbangan. Elkan adalah satu dari empat bek tengah senior kami. Masalahnya, tiga bek di depannya hampir tidak pernah absen, sehingga dia minim menit bermain. Namun, secara kualitas di sesi latihan, dia terus berkembang,” ujar McKenna dilansir dari East Anglian Daily Times.

Mengingat riwayatnya yang pernah dipinjamkan ke berbagai klub kasta bawah Inggris seperti Bristol Rovers hingga Blackpool, opsi peminjaman kembali seharusnya menjadi solusi logis agar jam terbangnya tidak mandek.

Super League Bisa Jadi Penyelamat

Menjelang dibukanya bursa transfer, opsi untuk menjajal kompetisi Super League di Indonesia mulai mencuat. Ini sebagai solusi strategis bagi karier Elkan Baggott.

Era baru Timnas Indonesia di bawah pelatih John Herdman tentu membawa harapan bagi Elkan untuk kembali mengenakan seragam Garuda.

Setelah sempat terpinggirkan di era sebelumnya, bermain reguler di Super League akan memudahkan Herdman memantau langsung performa dan kondisi fisik Elkan secara rutin.

Klub-klub besar Indonesia dengan kekuatan finansial mapan diprediksi akan berebut jasa Elkan jika ia tersedia di pasar transfer.

Bermain sebagai pemain inti di klub papan atas Indonesia jauh lebih baik bagi perkembangan mental bertandingnya, daripada sekadar menjadi penonton di bangku cadangan Ipswich Town.

Kembali ke Indonesia tidak hanya soal teknis, tapi juga pengembalian kepercayaan diri. Menjadi figur sentral di lini pertahanan klub Super League akan mengembalikan insting kompetitif Elkan yang hilang akibat terlalu lama menghuni bench.

Keluar dari zona nyaman di Inggris dan mencoba tantangan di Super League bisa menjadi langkah yang paling masuk akal saat ini. Apalagi nilai pasarnya saat ini masih Rp3,48 miliar. Tidak sulit bagi klub Indonesia untuk mendapatkan jasanya. (*)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Megawati Rayakan HUT Ke-79 di Istana Batu Tulis, Diberi Kado Merawat Pertiwi
• 12 jam laluokezone.com
thumb
Ketua DPC Peradi Jakbar: PKPA Merupakan Proses Awal Melahirkan Advokat Profesional
• 4 jam lalujpnn.com
thumb
Kaus Kaki Basah, Pembeli Pun Berdatangan ke Pasar Asemka
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Indonesia Tak Kekurangan Talenta Digital, Tapi Kehilangan Arah Pengembangannya
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Bukan Bea Cukai, Pengusaha Sebut Kementerian Teknis Hambat Ekspor-Impor
• 20 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.