JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono membeberkan sikap Indonesia atas ambisi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menguasai Greenland.
Ia menekankan, Indonesia tetap berada dalam posisi non-aligned atau tidak memihak.
"Intinya kita adalah, kita ada di dalam posisi non-aligned. Kita sadar bahwa dunia sekarang sangat dinamis situasinya. Namun kita juga harus ingat bahwa ada kepentingan nasional yang harus kita jaga," kata Sugiono dalam keterangan pers di Bad Ragaz, Swiss, dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (24/1/2026).
Ia pun menyampaikan, Indonesia akan tetap berpijak pada kepentingan nasional, perdamaian, maupun stabilitas global.
Baca juga: Menlu Ungkap Alasan Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace untuk Gaza
Hal ini kata dia, sesuai dengan semangat Presiden Prabowo Subianto yang menyatakan bahwa dunia tidak mungkin makmur tanpa stabilitas dan perdamaian.
"Seperti yang disampaikan juga kemarin oleh Bapak Presiden bahwa tanpa stabilitas, tanpa perdamaian, tidak mungkin mencapai suatu keadaan di mana dunia ini makmur, di mana masyarakatnya makmur. Jadi saya kira itu yang menjadi posisi kita," jelas Sugiono.
Sebelumnya diberitakan, Presiden AS Donald Trump masih "kekeuh" mengambil alih Greenland dan mempertegas bahwa wilayah Arktik itu harus menjadi bagian dari Amerika Serikat.
Meski dalam pidatonya di World Economic Forum (WEF) Davos ia mengatakan tidak akan menggunakan militer, pernyataan berbeda justru diungkapkannya sepulang dari acara tersebut.
Baca juga: Menlu RI Tegaskan Keberadaan Dewan Perdamaian Tak Gantikan Peran PBB
Di dalam Air Force One, Kamis (22/1/2026), Trump menyebut pembicaraan soal Greenland masih dalam kerangka negosiasi tanpa batas waktu, seraya mengatakan bahwa opsi militer demi mengambil alih pulau itu tetap ada di meja perundingan.
Bukan sekadar mengakuisisi, bagi Donald Trump, Greenland adalah peran kunci dari rencana pembangunan sistem pertahanan "Golden Dome".
Ia membidik pengaturan strategis yang bisa memungkinkan AS memanfaatkan posisi geografis pulau Arktik itu.
Lokasi Greenland yang berada di kawasan Arktik dinilai sangat penting, karena pulau itu ada di jalur terpendek lintasan rudal balistik antarbenua (ICBM) dari Rusia atau China menuju AS.
Trump juga mengatakan, proyek Golden Dome AS akan dijalankan dengan melibatkan NATO.
Menurutnya, peran aliansi pertahanan Atlantik Utara itu akan menjadikan Kubah Emas itu sebagai pelindung AS, tetapi juga bagi Eropa.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



