REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT – Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda mendesak Basarnas dan aparat gabungan untuk bergerak cepat melakukan upaya penyelamatan terhadap 84 warga yang masih hilang akibat longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (24/1/2026). Hingga saat ini sebanyak enam korban diketahui meninggal dunia dan puluhan rumah warga rusak.
"Kami meminta Basarnas, BNPB, dan seluruh aparat gabungan segera melakukan pencarian dan upaya penyelamatan maksimal. Fokus utama adalah menyelamatkan nyawa. Kita semua berharap masih ada korban yang bisa dievakuasi dalam keadaan selamat dari reruntuhan," ujar Syaiful Huda dalam keterangannya, Sabtu (24/1/2026).
- Longsor Cisarua Bandung Barat: 6 Wafat, 84 Orang Dilaporkan Hilang
- Hujan Terus-menerus, Pasangan Suami Istri Wafat Tertimbun Longsor di Lembang
- Rekonstruksi Gaza dan Tanggung Jawab Dunia Islam
Meskipun mendesak percepatan evakuasi, Huda mengingatkan para petugas di lapangan untuk tetap mengutamakan keselamatan dan mempertimbangkan kondisi teknis di lokasi. Mengingat curah hujan yang masih tinggi, kerawanan tanah susulan menjadi ancaman nyata bagi tim penyelamat.
"Petugas harus sangat hati-hati dan mempertimbangkan kondisi lokasi bencana. Mitigasi risiko saat proses evakuasi sangat penting agar tidak ada korban tambahan akibat tanah yang masih labil," imbuhnya.
.rec-desc {padding: 7px !important;}Legislator asal Jawa Barat ini menyebut bahwa bencana hidrometeorologis yang terjadi mulai dari Sumatera bagian utara hingga kini di Bandung Barat harus menjadi alarm keras bagi semua pihak. Menurutnya, kesiapsiagaan harus ditingkatkan mulai dari tingkat pemerintah pusat hingga satuan terkecil di tingkat desa.
"Musibah beruntun ini menjadi keprihatinan kita bersama. Situasi ini mengharuskan semua level pemerintahan, hingga ke level desa, untuk selalu waspada. Koordinasi antarlini harus diperketat agar peringatan dini dari BMKG bisa tersampaikan dengan cepat ke masyarakat," tegas Huda.
Politikus PKB ini menghimbau masyarakat luas untuk meningkatkan kewaspadaan terkait potensi bencana hidrometeorologis seperti banjir, longsor, dan angin kencang yang diprediksi masih akan terjadi dalam beberapa waktu ke depan.
"Cuaca ekstrem masih mengintai. Kami menghimbau masyarakat, terutama yang tinggal di lereng perbukitan dan bantaran sungai, untuk lebih peka terhadap tanda-tanda alam. Jika hujan turun dengan intensitas tinggi dan durasi lama, segera lakukan langkah preventif guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," ujar dia.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482395/original/008787800_1769180526-1000755748.jpg)


