jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) diminta menyiapkan langkah mitigasi komprehensif untuk mencegah dampak buruk ketegangan geopolitik di Timur Tengah terhadap penyelenggaraan ibadah haji 2026.
“Hari ini ketegangan geopolitik, khususnya di Timur Tengah, harus segera dimitigasi. Yang paling utama adalah keamanan dan kepastian jamaah kita saat berangkat dan pulang dari Tanah Suci,” ujar Anggota Komisi VIII DPR RI, Muhamad Abdul Azis Sefudin.
BACA JUGA: BPKH Diminta Antisipasi Dampak Pelemahan Rupiah Terhadap Pembiayaan Haji
Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan ini menegaskan pentingnya pembelajaran dari penyelenggaraan haji tahun sebelumnya.
Dia menyinggung pengalaman keterlambatan pemulangan jamaah akibat ketegangan geopolitik di kawasan Teluk.
BACA JUGA: Kemenhaj Diminta Siapkan Mitigasi Khusus Bagi Jamaah Haji di Wilayah Bencana
“Kita (Indonesia) sudah punya pengalaman tahun lalu ketika ada ketegangan di Qatar yang berdampak pada keterlambatan kepulangan jamaah. Hal-hal seperti ini tidak boleh terulang dan harus dimitigasi sejak awal,” katanya.
Menurut Politisi Muda PDI Perjuangan tersebut, eskalasi geopolitik di kawasan Timur Tengah, termasuk Iran, harus menjadi perhatian serius pemerintah dalam menyusun perencanaan penyelenggaraan ibadah haji ke depan.
BACA JUGA: HUT ke-56, Pelita Air Bagi-Bagi Tiket Gratis ke Singapura & Lombok
“Jadi saya berharap ada mitigasi risiko geopolitik dalam penyelenggaran haji tahun ini,” harap Azis.(chi/jpnn)
Yuk, Simak Juga Video ini!
Redaktur & Reporter : Yessy Artada




