Pasar Modal RI Tak Lagi Mengekor Asing, IHSG Diprediksi Tembus 10.000

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

IHSG memiliki peluang besar untuk mencetak sejarah baru dengan menembus level psikologis 10.000 pada tahun ini.

Pasar Modal RI Tak Lagi Mengekor Asing, IHSG Diprediksi Tembus 10.000. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Praktisi pasar modal sekaligus Co-Founder PasarDana, Hans Kwee, memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memiliki peluang besar untuk mencetak sejarah baru dengan menembus level psikologis 10.000 pada tahun ini.

Hans menilai struktur pasar saham dalam negeri telah mengalami transformasi signifikan. Jika sebelumnya pergerakan indeks sangat bergantung pada aliran dana investor asing, saat ini kekuatan investor domestik terbukti mampu menjaga stabilitas pasar.

Baca Juga:
Saham PTRO-BUMI Cs Jadi Beban IHSG Pekan Ini

"Ya, arah indeks kita masih cukup yakin level 10.000 bisa kita tembus di tahun ini, bahkan bisa melebihi level tersebut. Kemudian pasar saham kita itu berubah ya, dulunya kita sangat mengekor asing, tahun lalu itu kita lihat asing itu kan rajin sekali jualan di pasar kita, tapi buktinya IHSG kita kan enggak rontok sama sekali ya," ungkap Hans Kwee dalam acara Edukasi Wartawan secara virtual, Jumat (23/1/2026).

Ketahanan IHSG menghadapi aksi jual asing di masa lalu menunjukkan ketergantungan terhadap sentimen global mulai berkurang. Hans menegaskan kemandirian pasar ini merupakan sinyal positif bagi pertumbuhan jangka panjang.

Baca Juga:
Sempat Sentuh ATH, IHSG Pekan Ini Melemah 1,37 Persen ke 8.951

"Ini bisa kita lihat bahwa pasar kita ini enggak lagi sangat tergantung dengan asing ya, jadi kita bergerak independen sendiri ya terhadap asing ya, jadi kita enggak bisa bilang bahwa pasar kita sangat terpengaruh oleh asing," tambahnya.

Untuk mencapai target level 10.000, Hans Kwee menyoroti beberapa sektor dan emiten pilihan yang diprediksi akan menjadi motor penggerak indeks.

Baca Juga:
IHSG Turun 1 Persen di Tengah Kejatuhan Saham Konglo Prajogo Pangestu Cs

Sektor perbankan berkapitalisasi besar (big caps) dan konsumsi dinilai masih sangat menarik, didampingi oleh sektor komoditas yang menunjukkan potensi kebangkitan.

Hans Kwee merekomendasikan BBCA, ASII dan TLKM untuk saham big caps, untuk konsumsi ada CMRY, MYOR, MAPI, ICBP, AMRT.

Sementara itu emiten emas ada ANTM, BRMS, ARCI, MDKA. Kemudian untuk batu bara atau mining ITMG, AADI, PTBA, ADMR, ADRO.

Khusus untuk sektor emas dan pertambangan, Hans melihat potensi yang masih cukup solid seiring dengan dinamika harga komoditas global.

"Target tadi ya, kita cukup yakin ya, IHSG Rp10 ribu ya. Kemudian emas ya, ANTAM, BRMS, ARCI, MDKA, emas itu masih cukup bagus, potensi kebangkitan di batu bara, ITMG, AADI, PTBA, ya kemudian terkait mining, ADMR, ADRO, ya itu menurut kita masih menarik," kata Hans Kwee.

Prediksi ini memberikan angin segar bagi para investor domestik untuk terus berpartisipasi dalam penguatan pasar modal nasional, didukung oleh fundamental ekonomi Indonesia yang tetap kokoh di tengah tantangan global pada 2026.

(Febrina Ratna Iskana)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin Apresiasi Herald di Peduli Indonesia Awards 2026
• 20 jam laluharianfajar
thumb
Imbas Hujan Ekstrem, Jakarta Lakukan 2-3 Kali Sehari Modifikasi Cuaca
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Sabtu ini emas di Pegadaian meroket, UBS sentuh Rp2,956 juta/gr
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
Air Mata Basarnas Iringi Penemuan Seluruh Korban Pesawat ATR 42-500, Netizen Beri Pujian
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Pemerintah Siapkan Insentif Rp 30 Juta Per Bulan bagi Dokter Spesialis di Daerah Terpencil
• 8 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.