Suasana Pemakaman Lula Lahfah di TPU Rawa Terate Dipadati Pelayat

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Suasana TPU Rawa Terate, Jakarta Timur, tampak ramai oleh kehadiran kerabat dan pelayat yang memadati area pemakaman selebgram Lula Lahfah, Sabtu (24/1/2026).

Kerumunan terlihat berkumpul di sekitar makam, memenuhi jalur setapak di antara deretan nisan.

Pantauan Kompas.com di lokasi, mayoritas pelayat mengenakan pakaian serba hitam. Kaos, kemeja, jaket, hingga hijab hitam mendominasi pemandangan di sekitar makam.

Baca juga: Dari Rumah Duka RSPAD, Lula Lahfah Dibawa ke TPU Rawa Terate

Beberapa pelayat tampak menggenggam ponsel, sementara lainnya hanya berdiri diam, menatap ke arah liang lahat.

Di sisi makam, sejumlah kerabat terlihat berkumpul lebih dekat. Mereka berdiri mengelilingi liang lahat sambil memanjatkan doa.

Suara doa terdengar lirih, bercampur dengan isak tangis pelan yang masih larut dalam suasana kehilangan.

Di sekitar area tersebut, petugas pemakaman tampak berjaga. Sebagian duduk di tepi makam lain atau di bawah tenda, memperhatikan situasi tanpa banyak bergerak.

Mereka terlihat beristirahat sambil mengawasi kerumunan yang masih bertahan di sekitar makam Lula Lahfah.

Diketahui, Lula ditemukan meninggal dunia di kamar apartemennya pada Jumat (23/1/2026) sekitar pukul 18.44 WIB.

Jasad Lula ditemukan oleh sekuriti apartemen usai asisten rumah tangganya curiga dengan kondisi Lula.

Baca juga: Kronologi Lula Lahfah Ditemukan Meninggal di Apartemen, ART Curiga Tak Ada Sahutan

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Murodih menyampaikan, kepolisian masih melakukan pendalaman terkait penyebab kematian Lula.

"Untuk penyebab kematian masih kami selidiki. kami menunggu hasil visum dari rumah sakit," kata Murodih dalam keterangannya, Sabtu.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pramono Janji Perbaiki Jalan Berlubang di Jakarta Setelah Cuaca Ekstrem
• 20 menit lalukompas.com
thumb
KPK Geledah Kantor DPMPTSP Kota Madiun, Sita Dokumen dan Uang Ratusan Juta
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Harga Minyak Mentah Naik ke Level Tertinggi, Timah Melesat 9,52 Persen
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Kapolda Banten Minta Humas Adaptif di Era Digital: Pengguna Medsos di RI 180 Juta
• 16 jam laludetik.com
thumb
Amazon Kembali Lakukan PHK Pekan Depan, Target 30.000 Karyawan
• 16 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.