Petugas Gabungan Lakukan Pencarian Korban Tertimbunh Longsor di Cisarua Bandung Barat

republika.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Permukiman warga di Kampung Pasir Kuning, RW 10 dan 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat diterjang longsor pada Sabtu (24/1/2026). Sekitar 30 rumah dilaporkan tertimbun dalam peristiwa tersebut.

Longsor terjadi sekitar pukul 03.00 WIB, sebelumnya diawali oleh hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur selama dua hari belakangan. Permukiman warga rata disapu material longsor dari bukit kaki Gunung Burangrang.

Baca Juga
  • Menlu Turki: Israel sedang Cari Kesempatan untuk Menyerang Iran
  • Ruas Tol Prambanan–Purwomartani Dibuka Fungsional Saat Lebaran 2026
  • Cerita Detik-Detik Mencekam Longsor di Cisarua yang Sebabkan 7 Orang Wafat dan 83 Masih Hilang

Berdasarkan pantauan, material longsor benar-benar meratakan rumah-rumah yang berada di jalur longsor. Petugas gabungan masih melakukan pencarian terhadap warga yang dilaporkan hilang.

Banyak warga yang mendatangi kantor desa menanyakan keberadaan anggota keluarga mereka. Saat ini, petugas sudah mencatat nama-nama warga yang menghuni 30 rumah tersapu longsor.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

"Kejadiannya sekitar jam 3 pagi, pusatnya di RT 05/11. Memang sudah dua hari ini hujan terus," kata Kepala Desa Pasirlangu, Nur Awaludin Lubis di lokasi.

Hasil pendataan sementara, kata dia, ada sekitar 30 rumah yang tertimbun. Saat ini pihaknya masih memastikan jumlah korban akibat bencana longsor tersebut.

"Untuk rumah yang tertimbun informasi awal ada 30, cuma kita masih terus pastikan. Kemudian kita masih belum bisa memastikan berapa korbannya ya," kata Nur Awaludin.

Saat ini warga yang berada di sekitar lokasi longsor diungsikan ke kantor desa. Kemudian ada beberapa warga yang dilarikan ke Puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis.

"Kita pusatkan untuk informasi dan pengungsian di kantor desa. Jadi masih bercampur ini antara yang terdampak dan warga sekitar yang khawatir akan kejadian longsor," ujar Nur Awaludin

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
MBG di Cigemblong Lebak Isi Telur Mentah, Wakepsek: Dulu Belatung di Sayur
• 1 jam laludetik.com
thumb
Kawasan Puncak Diguyur Hujan, Bandungan Katulampa Siaga 3
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Redmi Note 15 Series Resmi Hadir di Indonesia, Harga Mulai Rp2 Jutaan
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Banjir 4 Meter Rendam Tangerang, Ratusan Rumah Tenggelam dan 500 Warga Mengungsi
• 5 jam lalugenpi.co
thumb
OCA dan Tencent Esports Jalin Kemitraan Strategis 10 Tahun, Perkuat Ekosistem Esports Asia
• 23 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.