REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan komitmen penuh dalam mendukung penanganan dampak bencana yang melanda wilayah Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Kota Sibolga, Provinsi Sumatera Utara. Secara langsung, Menteri Dody meninjau titik-titik lokasi terdampak bencana pada Jumat (23/1/2026) untuk memastikan penanganan berjalan cepat, terkoordinasi, dan tepat sasaran.
Dalam kunjungan tersebut, Dody berdiskusi dengan Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu dan sejumlah kepala daerah terdampak lainnya. Rapat koordinasi penanganan difokuskan pada kondisi sungai, infrastruktur jalan dan jembatan, sistem penyediaan air bersih, kawasan permukiman terdampak, kebutuhan alat berat, hingga akses menuju sentra produksi pertanian.
- Banjir Surut, Jalan Daan Mogot Kembali Bisa Dilintasi
- Ruas Tol Tangerang-Merak KM 50 Terendam Banjir, Arus Lalin Tersendat
- Banjir Jakarta Masih Genangi Seratusan RT, 1.349 Warga Mengungsi
"Kami siap mendukung penuh. Data dan usulan resmi sangat penting agar penanganan bisa cepat dan tepat. Kementerian PU akan terus hadir bersama daerah dalam masa pemulihan ini," ujar Dody dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (24/1/2026).
Dody menyampaikan penanganan di kawasan Tapanuli membutuhkan pendekatan intensif dan masif, mengingat sebaran wilayah terdampak yang luas serta kondisi geografis yang sulit. Salah satu kebutuhan mendesak saat ini adalah alat berat, mengingat jumlahnya masih terbatas di Kabupaten Tapanuli Tengah.
.rec-desc {padding: 7px !important;}Menurutnya, percepatan penanganan darurat sangat bergantung pada dukungan peralatan, terutama untuk pekerjaan yang tidak memungkinkan dilakukan secara manual, seperti pengerukan sedimen sungai dan penguatan tebing. Dody mengatakan Kementerian PU juga mencatat kebutuhan mendesak lainnya, seperti pembangunan hunian, penyediaan sumur bor, pemulihan akses irigasi pertanian bagi masyarakat hortikultura, serta perbaikan akses jalan strategis, termasuk ruas Tarutung–Sibolga yang menjadi satu-satunya jalur utama. Saat ini, ruas tersebut tengah ditangani oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara.
Di wilayah lain, seperti Gunungsitoli dan Sibolga, ujar Dody, pemerintah daerah melaporkan perlunya penguatan tebing, penanganan sembilan titik longsor, perbaikan jalan berlubang menuju bandara, pembangunan hunian tetap sekitar 200 unit berikut fasilitas umum dan penerangan jalan, serta penanganan jalan dengan lalu lintas berat, termasuk kendaraan pengangkut liquefied petroleum gas (LPG).
"Kementerian PU memastikan akan terus mendukung wilayah terdampak bencana, termasuk pembersihan fasilitas umum seperti sekolah-sekolah agar aktivitas masyarakat dapat segera pulih secara bertahap," kata Dody.
Selanjutnya, Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu menjelaskan sejak kunjungan Presiden Prabowo Subianto, penanganan telah dilakukan. Namun, skala bencana yang luas dan wilayah yang memanjang membuat upaya percepatan masih menghadapi tantangan. Masinton mengatakan pemerintah daerah bahkan telah menyewa 22 unit alat berat, tetapi kebutuhan di lapangan masih belum terpenuhi, khususnya untuk normalisasi sungai, penanganan sedimentasi, dan pembangunan tanggul guna mencegah longsor susulan saat hujan.
"Selain itu, persoalan air bersih juga masih menjadi perhatian serius karena kualitas Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) IKK mengalami penurunan," kata Masinton.


