GELOMBANG optimisme sedang melanda Danau Como. Pada pekan ke-22 Serie A musim 2025/2026, Sabtu (24/1), tuan rumah Como 1907 akan menjamu Torino FC dalam laga yang mempertemukan dua tim dengan nasib yang sangat kontras.
Skuad asuhan Cesc Fabregas baru saja mencatatkan kemenangan sensasional 3-0 atas Lazio di Stadio Olimpico pekan lalu, sebuah hasil yang melambungkan mereka ke posisi ke-6 klasemen sementara dengan 37 poin. Sebaliknya, Torino datang dengan membawa beban berat setelah menelan tiga kekalahan beruntun, termasuk kekalahan pahit 0-2 dari AS Roma di kandang sendiri.
Como 1907: Menatap Mimpi Liga ChampionsMusim 2025/2026 menjadi bukti tangan dingin Cesc Fabregas. Como tidak lagi sekadar tim promosi yang berjuang lolos dari degradasi, melainkan penantang serius untuk tiket kompetisi Eropa. Kemenangan telak atas Lazio menjadi pernyataan tegas bahwa I Lariani siap bersaing di papan atas.
Baca juga : Preview Serie A: Lazio vs Como, Pertarungan Taktik Maurizio Sarri vs Cesc Fabregas di Olimpico
Kunci performa Como terletak pada ketajaman lini serang mereka yang dimotori oleh Nico Paz. Pemain muda berbakat ini baru saja mencetak brace (dua gol) ke gawang Lazio dan kini menjadi salah satu kreator peluang terbaik di liga.
Selain itu, solidnya performa kandang Como menjadi faktor krusial. Di Sinigaglia, mereka telah mengamankan 19 poin dari kemungkinan 30 poin musim ini, menjadikan stadion di tepi danau ini sebagai benteng yang sulit ditembus.
Torino FC: Krisis di Lini BelakangDi sisi lain, Il Toro sedang berada dalam periode kelam. Skuad asuhan Marco Baroni kini terdampar di peringkat ke-14 dengan 23 poin, hanya terpaut enam poin dari zona merah.
Baca juga : Preview Serie A: Inter Milan vs Pisa, Ujian Konsistensi Sang Capolista
Masalah utama Torino adalah rapuhnya lini pertahanan. Mereka tercatat sebagai salah satu tim dengan pertahanan terburuk musim ini, telah kebobolan 34 gol—jauh lebih buruk dibandingkan Como yang memiliki salah satu rekor pertahanan terbaik kedua di liga.
Torino juga memiliki rekor tandang yang mengkhawatirkan. Dalam pertemuan terakhir kedua tim di putaran pertama November 2025 lalu, Como berhasil melumat Torino dengan skor telak 5-1 di Turin. Memori buruk tersebut tentu masih menghantui skuad Granata jelang lawatan mereka ke Lombardy kali ini.
Cesc Fabregas masih harus memutar otak terkait absensi strikernya, Alvaro Morata, yang diprediksi baru pulih dari cedera adduktor pada Maret 2026. Selain itu, Assane Diao dan Jayden Addai juga masih berada di ruang perawatan. Namun, kehadiran Martin Baturina dan Nico Paz di lini tengah terbukti mampu menutupi lubang tersebut dengan produktivitas gol yang tinggi dari lini kedua.
Bagi Torino, badai cedera juga belum berlalu. Duvan Zapata dan Ivan Ilic masih diragukan tampil. Absennya Zapata sangat terasa bagi lini depan Torino yang gagal mencetak gol dalam dua laga terakhir mereka di Serie A. Nikola Vlasic diharapkan bisa menjadi pembeda, mengingat ia mencetak satu-satunya gol Torino saat dibantai Como di pertemuan pertama.
Prediksi PertandinganMelihat tren performa kedua tim, Como 1907 jelas diunggulkan. Dukungan penuh publik Sinigaglia dan kepercayaan diri tinggi pasca-menaklukkan Lazio menjadi modal besar. Torino harus bermain sangat disiplin jika ingin mencuri poin, namun rapuhnya pertahanan mereka diprediksi akan menjadi makanan empuk bagi kreativitas Nico Paz dan kawan-kawan.
PENAFIAN
Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.



