Curhat Sopir soal Pemusnahan Angkot Tua di Bogor

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah Kota Bogor berencana untuk memusnahkan mobil angkot yang berusia di atas 20 tahun. Wacana ini pun mendapatkan penolakan dari para sopir hingga berdemo di Gedung Balai Kota Bogor pada Kamis (22/1).

Salah satu yang ikut berdemo adalah Edi. Sudah 20 tahun lebih dia menarik angkotnya. Kini, ia membawa mobil keluaran tahun 2007. Sisa ‘nyawanya’ tinggal sedikit lagi.

Menurut Edi, para sopir angkot bukannya menolak aturan tersebut. Namun, menurutnya peremajaan angkot malah dipersulit oleh Pemkot.

“Kalau (mobil) yang jelek kayak saya nih, mau dibagus-bagusin kayak gini, dapet dibangun namanya, di-KIR, udah enggak bisa. Dipersulit. Ada aja alasannya. Tiap hari dirazia, surat harus dihidupin, mau ngehidupin surat aja dipersulit, susahnya minta ampun,” ucap Edi saat ditemui di Bogor, Sabtu (24/1).

“Bisa tiga empat kali balik belum tentu lolos, kurang ini kurang itu, ada aja alasannya. Emang bener-bener dipersulit,” tambahnya.

Ia menyebut, para sopir angkot setuju bila angkot mereka harus diperbaharui. Namun, solusi peremajaan untuk laik jalan justru tak bisa mereka dapatkan dengan mudah.

“Sebenarnya sih setuju-setuju aja asal programnya jelas, ngasih solusi, jangan main matiin begitu aja, orang usaha kan dapet beli mobil. Surat izin juga kan dari pemerintah juga, ada trayek gitu-gitu kan dari pemerintah, dari (Dinas) Perhubungan, kalau mau kasih solusi, kasih solusi jangan main matiin,” ujar Edi.

Edi menduga, ada keinginan dari Pemkot untuk memperbanyak pengguna BisKita, sebuah transportasi umum yang digagas Pemkot. Caranya dengan mengurangi jumlah angkot dengan regulasi tersebut.

“Mungkin pemerintah greget juga kali sama angkot, gara-gara angkot BisKita sepi, selalu angkot aja yang disalahin,” ucap Edi.

Padahal, kata Edi, sopir angkot tidak pernah menolak keberadaan BisKita. Ia mau, antara angkot dan BisKita saling beroperasi beriringan, seperti antara angkot dan transportasi online.

“Enggak, dari dulu enggak pernah nolak, justru berdampingan, kadang online mau nyaloin angkot di sini. Semua temen,” ucap Edi.

Kini, Edi pasrah bila angkotnya sudah tidak bisa diremajakan lagi dan tak laik operasi. Namun, ia meminta agar Pemkot tak hanya memusnahkan angkot tua tanpa memberi pekerjaan lainnya bagi sopir atau uang ganti rugi.

“Ribuan di Bogor itu pengusaha angkot yang hidupnya ketergantungan sama angkot. Mau dimatiin ya kasih solusi,” ucap Edi.

“(Nanti bertambah) Pengangguran, anak gak sekolah, yang ada tindak kejahatan banyak, gembel banyak,” tandasnya.

Pemerintah Kota Bogor melalui Dishub berencana melarang angkot tua yang umurnya di atas 20 tahun untuk beroperasi mulai 2026 karena dinilai sudah tidak layak jalan dan mengganggu keselamatan. Angkot-angkot tua rencananya dimusnahkan agar tidak kembali beroperasi.

Total angkot di Bogor per awal 2026 adalah 2.700an, namun hanya sekitar 860 unit yang dinyatakan laik beroperasi.

Pemkot juga masih membuka ruang dialog dengan sopir dan pemilik angkot terkait masa transisi agar tidak menimbulkan gejolak. Penghapusan angkot tua ini bukan artinya bakal diganti dengan angkot baru tetapi akan diterapkan sistem transportasi yang lebih modern dan tertata seperti bus kota, hingga integrasi transportasi umum.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pekerja dan Siswa Wajib Tahu, Ini Batas Waktu Kebijakan WFH dan PJJ di Jakarta Selama Cuaca Ekstrem
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Lula Lahfah Ditemukan Meninggal Dunia di Apartemen
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Harga Transfer Cole Palmer Terungkap, MU Siap Tebus?
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Bayi Baru Lahir Terkena Cacar Air, Tertular dari Mana?
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Banjir di Jayanti Tangerang Capai 4 Meter, 500 Orang Mengungsi
• 23 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.