Ekonom Peringatkan Dampak Tarif AS Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Latvia

metrotvnews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Riga: Kebijakan perdagangan Amerika Serikat (AS) di bawah kepemimpinan Donald Trump kini menjadi ancaman nyata bagi stabilitas ekonomi di kawasan Baltik. Bahkan kebijakan ini diprediksi menekan ekonomi Latvia.

Mengutip Xinhua, Kepala Ekonom Bank Citadele Latvia, Karlis Purgailis, memperingatkan bahwa rencana pemberlakuan tarif baru terhadap delapan negara Eropa berisiko memperlambat pertumbuhan ekspor dan ekonomi Latvia.

Ketegangan ini bermula ketika Trump mengumumkan akan memberlakukan tarif 10 persen mulai 1 Februari mendatang bagi negara-negara yang tidak mendukung rencana akuisisi Greenland. Negara yang berpotensi terdampak diantaranya Jerman, Prancis, Inggris, Belanda, Denmark, Norwegia, Swedia, dan Finlandia.

Dalam analisisnya, Purgailis menjelaskan bahwa meski Latvia bukan sasaran langsung, keterikatan rantai pasokan dengan negara-negara tersebut akan menciptakan efek domino.

Penurunan permintaan dari mitra utama diprediksi akan memicu penurunan pesanan industri di Latvia, yang pada akhirnya berdampak pada lesunya pasar tenaga kerja serta pertumbuhan upah yang tidak maksimal.

Baca Juga :

Presiden Ungkap Keberhasilan Program Pemerintah dari Efisiensi Anggaran di WEF 2026


(Ilustrasi. Foto: Dok MI) 3 skenario pertumbuhan ekonomi Bank Citadele menguraikan tiga kemungkinan skenario dampak terhadap proyeksi awal pertumbuhan ekonomi Latvia yang sebesar dua persen. Pada skenario negatif, pertumbuhan ekonomi Latvia diperkirakan akan terpangkas hingga 1,5 poin persentase dan melambat di angka 0,5 persen.

Dalam skenario ringan, pertumbuhan akan terbatas sekitar 0,7 poin persentase. Sementara dalam skenario moderat, pertumbuhan akan menurun sekitar 1,1 poin persentase, menghasilkan 0,9 persen pertumbuhan untuk tahun ini.

Kendati demikian, Purgailis optimis bahwa tekanan tarif ini tidak akan menyeret Latvia ke jurang resesi. Walaupun pengangguran akan sedikit lebih tinggi dan pertumbuhan upah cenderung melambat, kondisi ekonomi nasional dinilai masih cukup tangguh untuk menghindari krisis yang dramatis. (Surya Mahmuda)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Duduk Perkara Bareskrim Selidiki Dugaan Gagal Bayar PT DSI
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Persija Jakarta Awali Putaran Kedua dengan Hasil Manis, Bungkam Madura United
• 21 jam lalufajar.co.id
thumb
Mutasi Polri, Irjen Sandi Nugroho Peraih Adhi Makayasa Jabat Kapolda Sumsel
• 3 jam lalurctiplus.com
thumb
KPK Sebut Pemerasan Sudewo Mencapai Rp50 Miliar Jika Tidak Kena OTT
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Panen Raya di Grobogan dan Kendal Jateng, Produksi Jagung Petani Lampaui Rata-Rata Nasional
• 20 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.