JAKARTA (Realita)- Provinsi DKI Jakarta menyoroti kondisi cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di DKI Jakarta dalam beberapa pekan terakhir.
Guna langkah lanjutan untuk menekan risiko banjir. Salah satunya dengan memperpanjang Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hingga 27 Januari 2026, menyusul tingginya intensitas hujan yang dinilai berada di atas ambang normal.
Baca juga: Banjir Tenggelamkan Jakarta, Genangan Air Mencapai 20 cm hingga 1 Meter
DKI Jakarta tengah menghadapi akibat cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Dalam konferensi pers usai rapat terbatas mitigasi banjir di Balai Kota DKI Jakarta, pada Jumat (23/1/2026) kemarin.
"Curah hujan tinggi terjadi pada tanggal 12, 18, dan 22 Januari 2026," ujar Pramono.
Dirinya juga menerangkan bahwa dari tanggal 12, tanggal 18 dan tanggal 22, sebenarnya puncak tertingginya ada di tanggal 18 Januari yaitu 267 milimeter per hari dan itu tinggi sekali. Rasanya Jakarta jarang sekali seperti itu," paparnya.
Merespons situasi terkini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memutuskan untuk memperpanjang Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Operasi yang semula dijadwalkan berakhir hari ini diperpanjang hingga 27 Januari 2026.
Baca juga: Merasa Banyak Kecurangan, RIDO Gugat Hasil Pilkada Jakarta 2024
Selain faktor cuaca, Gubernur Jakarta juga membeberkan sejumlah masalah infrastruktur air yang belum optimal.
"Kali Cakung Lama pagi tadi, kita tinjau menemukan adanya penyempitan aliran sungai (bottleneck)," ungkapnya.
Karena itu, Pramono langsung menginstruksikan seluruh jajarannya untuk segera melaksanakan normalisasi sungai guna menampung debit air yang tinggi saat cuaca ekstrem terjadi.
Baca juga: Rekapitulasi di Jaktim, Pasangan Pram-Doel Unggul di Tiga Kecamatan
"Kita pastikan keselamatan masyarakat selama curah hujan yang tinggi, Pemprov DKI melalui Dinas Tenaga Kerja dan Dinas Pendidikan telah mengeluarkan surat edaran WFH untuk para pekerja dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) untuk peserta didik," jelasnya.
Ia juga merinci, instruksi itu dikeluarkan karena untuk mengantisipasi banjir dan juga kemacetan yang ada di Jakarta.ang
Editor : Redaksi



