Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Tangerang
Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (IMIPAS) Silmy Karim menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat peran Direktorat Jenderal Imigrasi sebagai institusi percontohan dalam transformasi digital layanan publik.
Hal tersebut disampaikan Silmy saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Pimpinan Tinggi Imigrasi Tahun 2026 dengan tema Optimalisasi Layanan, Penegakan Hukum, dan Infrastruktur dalam Mewujudkan Ekosistem Digital Keimigrasia.
Menurut Silmy, capaian Imigrasi selama ini merupakan hasil kerja keras dan inovasi berkelanjutan seluruh jajaran. Namun, ia menegaskan bahwa tantangan ke depan menuntut petugas Imigrasi untuk terus meningkatkan kapasitas dan memperkuat peran institusi di tengah tuntutan pelayanan publik yang semakin kompleks.
"Kita sudah memulai dengan All Indonesia. Sistem yang mempermudah dan mempercepat perlintasan ini adalah hasil perjalanan panjang Imigrasi. Sekitar dua tahun kita berproses menginisiasi dan membangun integrasi sistem dengan kementerian dan lembaga lain, dan sekarang sudah berhasil terwujud," ujar Silmy dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Sabtu, 24 Januari 2026.
Ia menekankan, penguatan ekosistem digital harus menjadi agenda utama, tidak hanya untuk efisiensi layanan, tetapi juga untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap kinerja Imigrasi.
"Saya selalu mengingatkan petugas Imigrasi, jangan pernah lelah untuk memperbesar dan menguatkan peran institusi. Kalau bisa, kita menjadi percontohan bagi lembaga lain dalam transformasi digital," tegasnya.
Selain pelayanan, Silmy juga menyoroti pentingnya peran strategis Imigrasi dalam penegakan hukum, khususnya dalam mencegah Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM).
"Imigrasi harus berdiri di garda terdepan dalam pencegahan TPPO dan TPPM. Ini bukan hanya tugas administratif, tapi bagian dari perlindungan negara terhadap warganya," ucapnya.
Silmy menambahkan, pengakuan internasional yang diterima Imigrasi pada 2025, termasuk penilaian Skytrax yang menempatkan pelayanan keimigrasian Bandara Soekarno-Hatta sebagai terbaik ke-10 di dunia, harus menjadi pemacu semangat untuk terus meningkatkan kualitas layanan.
"Pengakuan dunia ini bukan untuk berpuas diri, tapi menjadi pelecut agar Imigrasi terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," tuturnya.
Editor: Redaktur TVRINews


