Berjalan kaki sejauh 7,5 kilometer dilakukan para petugas haji 2026 sebagai simulasi kesiapan fisik jelang bertugas di Tanah Suci. Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan aktivitas ini bukan sekadar olahraga, melainkan gambaran nyata tantangan di Arab Saudi nanti.
Menurut Dahnil, petugas haji bakal menghabiskan waktu lebih dari dua bulan bertugas di Saudi. Di sana, petugas bisa berjalan hingga 30 ribu langkah per hari saat melayani jemaah.
"Saya kalau menghitung rata-rata jalan kaki itu bisa 30 ribu loh, 30 ribu langkah ke jarak yang paling jauh. Saya pernah menghitung misalnya jarak paling jauh itu jalan dari Arafah ke Masjidil Haram, itu bisa 25 kilometer," kata Dahnil di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Sabtu (24/1).
"Artinya pelan-pelan dilatih 20 hari ini, dan ada 3 bulan ke depan staminanya dilatih," sambungnya.
Selain soal fisik, Dahnil meminta petugas untuk meluruskan niat.
"Kemudian niatnya juga diluruskan. Kenapa stamina itu penting? Kan saya udah berulang kali ya, 90 persen ibadah haji itu pasti ibadah fisik," ucapnya.
Di Saudi, kata Dahnil, petugas akan mengurusi lansia, perempuan, dan jemaah dengan latar belakang dan kondisi fisik beragam.
"Jadi makanya butuh asistensi dari para petugas yang cukup kuat staminanya, paham fikih haji dasarnya, kemudian paham bahasa Arab dasar," pungkasnya.





