REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mencatat sebanyak 400 warga harus dievakuasi oleh tim petugas gabungan akibat bencana longsor di lereng Gunung Burangrang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Longsor terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Sabtu dini hari (24/1/2026).
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Barat Bambang Imanudin mengatakan tim gabungan telah menyiapkan sejumlah pos untuk penanganan korban, mulai dari pos utama hingga pos lapangan di beberapa titik.
Baca Juga
Kawasan Wisata Guci Dilanda Banjir Bandang, 3 Jembatan Putus dan 2 Objek Pancuran Tertimbun
Tak Gabung Dewan Perdamaian, China Enggan Komentari Lembaga Bentukan Trump Itu
Tim DVI Dikerahkan Identifikasi Korban Longsor Maut di Bandung Barat
“Untuk penanganan korban, kami sudah menyiapkan sejumlah pos, mulai dari pos utama hingga pos lapangan. Pos lapangan berada di bawah, termasuk di posko Basarnas,” kata Bambang, Sabtu.
Bambang menyebutkan para pengungsi saat ini membutuhkan bantuan mendesak berupa matras, selimut, serta bahan kebutuhan pokok karena masih berada di lokasi penampungan sementara. Menurut dia, pasokan logistik terus diupayakan agar mencukupi, termasuk dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang sudah mulai disalurkan ke wilayah terdampak.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
“Untuk logistik, kami berharap semuanya tercukupi, termasuk bantuan dari pemerintah provinsi yang sudah mulai masuk,” ujarnya.
Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman menyebutkan tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap 82 warga yang tertimbun longsor di area tersebut. Ia mengatakan pencarian dilakukan secara manual dengan mengandalkan personel gabungan serta bantuan anjing pelacak K9.
“Dari 113 warga yang tertimpa longsor, 23 selamat dan sudah kami amankan. Kemudian ada delapan orang ditemukan meninggal dunia, dan 82 lainnya masih dalam proses pencarian,” ujar Herman.
Herman menambahkan proses pencarian dan evakuasi korban dikoordinasikan langsung oleh Bupati Bandung Barat dengan melibatkan berbagai unsur, antara lain TNI, Polri, BPBD, serta Basarnas.